Artikel Ilmiah : I4B022036 a.n. NEVIA FADILA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMI4B022036
NamamhsNEVIA FADILA PUTRI
Judul ArtikelSTUDI KASUS: IMPLEMENTASI TERAPI BERMAIN PLASTISIN UNTUK MENINGKATKAN MOTORIC HALUS PADA ANAK STUNTING
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Dampak dari stunting menyebabkan terhambatnya perkembangan, salah satunya perkembangan motorik halus. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dengan memberikan stimulasi atau permainan edukatif seperti terapi bermain plastisin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan terapi bermain plastisin terhadap perkembangan motorik halus pada anak stunting.

Metode : Metode penelitian yang digunakan penulis menggunakan studi kasus. Subjek penelitan adalah anak stunting usia 3 tahun dengan keterlambatan perkembangan motorik halus.

Hasil Penelitian : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 kali dalam 4 hari yaitu pemberian terapi bermain plastisin mendapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan perkembangan motorik halus pada anak stunting.

Kesimpulan : Pemberian terapi bermain plastisin pada anak stunting didapatkan perubahan perkembangan motorik halus meningkat dengan baik, sehingga motorik halus anak setelah diberi permainan plastisin menuju dalam batas normal sesuai dengan usianya. Hal tersebut terlihat dari adanya perbedaan skor pada pretest terhadap posttest yaitu 30 menjaadi 49.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake for a long time due to the provision of food that is not in accordance with nutritional needs. The impact of stunting causes developmental delays, one of which is fine motor development. Efforts that can be made to improve fine motor skills by providing stimulation or educational games such as plasticine play therapy. Therefore, this study aims to determine whether there is any effect of applying plasticine play therapy to the development of fine motor skills in stunted children.

Method: The research method used by the author uses a case study. The research subjects were stunted children aged 3 years with delays in fine motor development.

Research Results: After nursing actions were carried out 4 times in 4 days, namely giving plasticine play therapy, the result was that there was an increase in fine motor development in stunting children.

Conclusion: Giving plasticine play therapy to stunted children shows that fine motor development changes improve well, so that the child's fine motor skills after being given plasticine games go within normal limits according to their age. This can be seen from the difference in scores on the pretest to the posttest, namely 30 to 49.
Kata kunciAnak Stunting, Perkembangan Motorik Halus, Plastisin
Pembimbing 1Dr. Desiyani Nani, S.Kep., Ns., M.Sc
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman32
Tgl. Entri2023-06-15 16:48:14.095746
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.