| NIM | E1A019018 |
| Namamhs | HERINSYA IHZA MAHENDRA |
| Judul Artikel | Splitsing Dakwaan Terdakwa Ferdy Sambo Atas Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J (Studi Dakwaan Nomor PDM-242/JKTSL/10/2022) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pada kasus pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama diperlukan pemisahan berkas perkara (Splitsing) guna memudahkan Jaksa Penuntut Umum untuk memperoleh keterangan yang mendukung terjadinya tindak pidana tersebut sebagai alat bukti untuk dihadirkan di persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Splitsing Dakwaan pada kasus pembunuhan berencana oleh Ferdy Sambo (FS) terhadap Brigadir J tersebut sejalan dengan ketentuan Pasal 142 KUHAP dan Asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan, dan bagaimana akibat hukum dari upaya Splitsing tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakan hukum yang disajikan secara teks naratif. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Berdasakan data yang telah diolah dan pembahasan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Splitsing Dakwaan No. PDM-242/JKTSL/10/2022 telah sesuai dengan ketentuan Pasal 142 KUHAP dan Asas peradilan sederhana,cepat, dan biaya ringan. Adapun akibat hukum dari dilakukannya Splitsing mengakibatkan pemeriksaan terhadap masing-masing alat bukti, meliputi alat bukti keterangan Saksi, Ahli, Petunjuk, Surat, dan Terdakwa menjadi terpisah secara waktu pemeriksaannya. Hal ini juga mengakibatkan Terdakwa yang satu memberikan kesaksian atas Terdakwa yang lain hingga sebaliknya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | On the premeditated murder cases that performed together is needed to be split to the letter of indictment to make the public prosecutor more easier to get information which is sustainable on the happening of the criminal case, used as evidence to be presented in the Court. This detailed examination is to find out whether splitsing of the letter of indictment of premeditated murder case performed by Ferdy Sambo (FS) is coincide with the Article 142 KUHAP and the Principle of Justice regarding simple, fast and the low cost justice, and also how is the effect of the law by using Splitsing. This research use a normative judicial approach with specification of an analytic and descriptive. The basic data is using secondary data such as primary substance of law, secondary substance of law and substance of tertiary law. The method of gathering data is made by making a study to the source of law which is presented in narrative text. As for the data analytic method which is used is qualitative analysis. Based on the examined data and study can be concluded that the splitsing method of the indictment letter number PDM-242/JKTSL//10/2022 is coincide to the Article 142 KUHAP and the Principle of Justice regarding simple, fast and the low cost justice. As for the effect of the law by splitsing method affects the examination for each evidence, included evidence of witness, evidence of expert, evidence regarding indication letters, makes the accused is separated one another in the Court. This method also make an affect that one accused gives evidence for the another one and so in return among them. |
| Kata kunci | Splitsing, Dakwaan, Pembunuhan Berencana |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S. H.,M.H. |
| Pembimbing 3 | Drs. Antonius Sidik Maryono, S.H., M.S. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2023-06-14 20:15:49.989215 |
|---|