Artikel Ilmiah : I4B022006 a.n. NANA LIA SAFITRI

Kembali Update Delete

NIMI4B022006
NamamhsNANA LIA SAFITRI
Judul ArtikelSTUDI KASUS: PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP NYERI DAN STATUS PERNAPASAN PADA PASIEN OSTEOSARCOMA DENGAN METASTASIS PARU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial. Kerusakan jaringan paru-paru pada osteosarkoma metastasis paru bisa menyebabkan gangguan pernapasan yang dapat menimbulkan gejala sesak napas. Penanganan nyeri dan sesak napas pada pasien dengan osteosarkoma metastasis paru bertujuan untuk meningkatkan rasa nyaman dan kualitas hidup pasien. Penanganan yang bisa dilakukan secara non farmakologi dengan terapi relaksasi benson yaitu gabungan relaksasi yang diberikan dengan kepercayaan yang dimiliki pasien.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan responden penelitian yaitu pasien osteosarcoma metastasis paru di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test dengan menerapkan terapi relaksasi benson pada pasien yang dilakukan sebanyak 3 siklus selama 15 menit/hari. Data diambil dengan mengukur skala nyeri, saturasi oksigen, dan frekuensi pernapasan.
Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah diberikan intervensi terdapat perubahan skala nyeri yaitu dari skala nyeri 6 menjadi skala 3. Begitu juga dengan nilai saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan terdapat adanya perubahan yaitu RR = 28 x/menit dengan SpO2 = 94% menjadi RR = 23 x/menit dengan SpO2 = 98%.
Kesimpulan: Intervensi terapi relaksasi benson berpengaruh dalam menurunkan skala nyeri, meningkatkan saturasi oksigen, memperbaiki frekuensi pernapasan, serta mengurangi keluhan sesak napas pada pasien osteosarcoma dengan metastasis paru.
Kata Kunci : Frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, skala nyeri, terapi relaksasi benson
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from actual or potential tissue damage. Damage to lung tissue in pulmonary metastatic osteosarcoma can cause breathing problems which can cause symptoms of shortness of breath. Treatment of pain and shortness of breath in patients with pulmonary metastatic osteosarcoma aims to improve patient comfort and quality of life. Treatment that can be done non-pharmacologically with benson relaxation therapy is a combination of relaxation given with the patient's trust.
Methods: This study used a case study method with a nursing process approach with research respondents namely lung metastatic osteosarcoma patients at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo. Data collection used pre-test and post-test by applying benson relaxation therapy to patients which were carried out in 3 cycles for 15 minutes/day. Data was collected by measuring pain scale, oxygen saturation, and respiratory rate.
Results: The results showed that before and after the intervention there was a change in the pain scale, from a pain scale of 6 to a scale of 3. Likewise, there were changes in the value of oxygen saturation and respiratory rate, namely RR = 28 x/minute with SpO2 = 94% to RR = 23 x /minute with SpO2 = 98%.
Conclusion: The intervention of benson relaxation therapy has an effect on reducing pain scale, increasing oxygen saturation, improving respiratory rate, and reducing complaints of shortness of breath in osteosarcoma patients with lung metastases.
Keywords: Respiratory frequency, oxygen saturation, pain scale, benson relaxation therapy
Kata kunciFrekuensi pernapasan, saturasi oksigen, skala nyeri, terapi relaksasi benson
Pembimbing 1Dr. Arif Setyo Upoyo,S.Kp.,Ners., M.Kep.
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman56
Tgl. Entri2023-06-13 10:12:53.674551
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.