Artikel Ilmiah : E1A019112 a.n. AYU TUTUT SUGIYANTO

Kembali Update Delete

NIME1A019112
NamamhsAYU TUTUT SUGIYANTO
Judul ArtikelINDEPENDENSI DOKTER FORENSIK TERHADAP AUTOPSI ULANG SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA
(Studi Visum Et Repertum No. R/082/Sk.H/VII/2022/IKF dan Surat Keterangan Ahli No.060/SKA/VIII/2022/PP.PDFI)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Independensi dokter forensik kerap diragukan pada perkara tertentu sehingga perlu dilakukan adanya bedah mayat atau autopsi yang kedua kalinya. Pada Putusan Nomor 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel, dilakukan autopsi kedua pada jenazah korban pembunuhan berencana untuk menjawab keraguan keluarga korban mengenai hasil autopsi pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui independensi dokter forensik terhadap autopsi ulang sebagai alat bukti tindak pidana pembunuhan berencana serta untuk mengetahui kekuatan pembuktian autopsi ulang dalam perkara tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan teks naratif serta menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan independensi dokter forensik sebagai pelaksana autopsi kedua jenazah korban nampak secara nyata. Dokter forensik dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap jenazah korban telah sesuai dengan Pasal 180 ayat (4) KUHAP dan dilaksanakan secara transparan. Kemudian kekuatan pembuktian autopsi ulang sebagai alat bukti mempunyai kekuatan pembuktian bebas dan berdasarkan keyakinan hakim.
Abtrak (Bhs. Inggris)The independence of the forensic doctor is often doubted in certain cases so that a second post-mortem or autopsy is necessary. In Decision Number 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel, a second autopsy was carried out on the body of the murder victim with a plan to answer the doubts of the victim's family regarding the results of the first autopsy. This study aims to determine the independence of forensic doctors in re-autopsies as evidence for the crime of premeditated murder and to determine the strength of evidence of re-autopsies in this case. The research method used in this study is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data with data collection methods based on literature studies which are then presented in the form of tables and narrative text and using qualitative normative analysis methods. Based on the results of this study, it can be concluded that the independence of the forensic doctor as the executor of the autopsy of the two victims' bodies was evident. Forensic doctors in carrying out examinations of victims' bodies are in accordance with Article 180 paragraph (4) of the Criminal Procedure Code and are carried out transparently. Then the strength of proof of re-autopsy as evidence has the power of free evidence and is based on the conviction of the judge.
Kata kunciindependensi, autopsi ulang, pembunuhan berencana
Pembimbing 1Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S.H., M.H.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman27
Tgl. Entri2023-06-11 14:27:33.660857
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.