Artikel Ilmiah : I1D018021 a.n. DHANYSA HAYANING ASTRI

Kembali Update Delete

NIMI1D018021
NamamhsDHANYSA HAYANING ASTRI
Judul ArtikelKorelasi Keragaman Pangan Dan Asupan Gizi Makro Dengan Status Gizi Wanita Usia Subur Di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Amin Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Indonesia mengalami triple burden of disease dengan tingginya prevalensi gizi kurang dan defisiensi zat gizi mikro, serta meningkatnya prevalensi gizi lebih terutama pada wanita usia subur, yang dapat dipengaruhi oleh rendahnya keragaman pangan yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi keragaman pangan dan asupan gizi makro dengan status gizi pada wanita usia subur.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 63 responden WUS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner DDS dan pemantauan berat badan normal. Uji normalitas dilakukan dengan Kolmogorov-Smirnov. Uji bivariat menggunakan Pearson Product Moment untuk konsumsi energi, lemak, dan protein serta Rank Spearman untuk keragaman pangan dan konsumsi karbohidrat.
Hasil Penelitian: Karakteristik responden sebagian besar berusia 19 tahun (31,7%) serta memiliki uang saku Rp1.300.000 (27%). Median keragaman pangan pada kategori sedang dengan skor 5 dari 9 kelompok pangan. Status gizi normal (52,4%). Rata-rata konsumsi energi, karbohidrat, lemak, dan protein per hari adalah 1234,22 kkal, 174,48 kkal, 47,42 kkal, dan 38,9 kkal. Tidak terdapat korelasi bermakna antara keragaman pangan (p =0,230) dan asupan gizi makro, yaitu konsumsi energi (p=0,653), karbohidrat (p=0,795), lemak (p=0,306) dan protein (p=0,466) dengan status gizi (p > 0,05) pada WUS Pondok Pesantren Al-Quran Al-Amin Purwokerto.
Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara keragaman pangan dan asupan gizi makro dengan status gizi wanita usia subur.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Indonesia is facing a triple burden of disease with a high prevalence of malnutrition and micronutrient deficiencies, as well as an increasing prevalence of overweight and obesity especially among women of reproductive age, which can be influenced by low dietary diversity. The aim of this study was to determine the correlation between dietary diversity and macronutrient intake with nutritional status among women of reproductive age.
Methods: This study used a cross-sectional design with 63 female respondents selected using purposive sampling technique. The research instruments consisted of the DDS questionnaire and normal weight monitoring. Normality tests were conducted using the Kolmogorov-Smirnov test. Bivariate tests used Pearson Product Moment for energy, fat, and protein intake, and Spearman Rank for food diversity and carbohydrate intake.
Results: The majority of respondents have an age of 19 years (31.7%) and a pocket money of Rp1,300,000 (27%). The median food diversity is categorized as moderate with a score of 5 out of 9 food groups. The nutritional status is normal (52.4%). The average energy intake, carbohydrates, fat, and protein are 1234.22 kcal, 174.48 kcal, 47.43 kcal, and 38.9 kcal. There is no correlation found between dietary diversity (p=0.230) and macro-nutrient intake, including energy intake (p=0.653), carbohydrates (p=0.795), fat (p=0.306), and protein (p=0.466), with nutritional status (p > 0.05) among WUS at Pondok Pesantren Al-Quran Al-Amin Purwokerto.
Conclusion: There is no correlation between food diversity and macro-nutrient intake with the nutritional status of reproductive-aged women.
Kata kuncikeragaman pangan, konsumsi energi, konsumsi karbohidrat, konsumsi lemak, konsumsi protein, status gizi, wanita usia subur
Pembimbing 1Teguh Jati Prasetyo, S. Gz. M. Si
Pembimbing 2Katri Andini Surijati, S.Si. T., M.Gizi
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-05-25 13:05:38.064044
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.