| NIM | F1D018025 |
| Namamhs | SADAD ALWI |
| Judul Artikel | Gerakan Sosial Forum Kepala Desa Indonesia dalam Penguatan Otonomi Desa |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | FKDI hadir sebagai gerakan sosial yang bertujuan untuk mengawal proses judicial review undang-undang Nomor 6/2014 yang mengatur desa secara seragam dan tidak sesuai dengan asas rekognisi dan subsidiaritas. Prosesnya gerakan FKDI dilakukan dengan memobilisasi kepala desa untuk melakukan gerakan sosial untuk mengawal judicial review. Gerakan sosial FKDI menunjukkan adanya gerakan yang terorganisir untuk mencapai tujuannya. Artikel ini bermaksud untuk menjelaskan proses mobilisasi dan faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan teori mobilisasi sumber daya dari Anthony Oberschall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa FKDI berhasil memobilisasi ratusan kepala desa. Cikal bakal gerakan FKDI ada enam bulan sebelum gerakan ini dideklarasikan. Kemudian terdapat dua gelombang dalam proses mobilisasi. Adanya sosok pemimpin gerakan, rancangan AD/ART, rancangan struktur organisasi serta program. FKDI menilai kesalahan strategi menjadi penyebab penolakan judicial review UU desa. Akta organisasi menjadi permasalahan bagi legalitas FKDI. Walaupun judicial review ditolak oleh Mahkamah Konstitusi, FKDI merupakan bentuk gerakan sosial dalam penguatan otonomi desa. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | FKDI exists as a social movement that aims to oversee the process of judicial review of Law No. 6/2014 which regulates villages uniformly and not in accordance with the principles of recognition and subsidiarity. The process of the FKDI movement was carried out by mobilizing village heads to carry out social movements to oversee judicial review. The FKDI social movement shows an organized movement to achieve its goals. This article intends to explain the mobilization process and the factors that influence it using Anthony Oberschall's resource mobilization theory. This study uses qualitative methods with observation techniques, interviews, and literature studies. The results of this study indicate that FKDI succeeded in mobilizing hundreds of village cheifs. The embryo of the FKDI movement existed six months before this movement was declared. Then there were two waves in the mobilization process. There are movement leaders, draft AD/ART, organizational structure and program designs. FKDI considered a strategic error to be the cause of the rejection of the judicial review of the village law. Organization deed is a problem for the legality of FKDI. Even though the judicial review was rejected by the Constitutional Court, FKDI is a form of social movement in strengthening village autonomy. |
| Kata kunci | Gerakan Sosial, Kepala Desa, Otonomi Desa |
| Pembimbing 1 | Luthfi Makhasin, S.IP., M.A., Ph.D, |
| Pembimbing 2 | Ahmad Sabiq, S.IP., M.A., |
| Pembimbing 3 | Dr. Indaru Setyo Nurprojo, S.IP., M.A. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2023-05-22 23:58:58.617701 |
|---|