Artikel Ilmiah : A1A016048 a.n. FAUZAN RAMADHAN

Kembali Update Delete

NIMA1A016048
NamamhsFAUZAN RAMADHAN
Judul ArtikelStudi Komparatif Usahatani Kentang Pola Kemitraan dan Non Kemitraan di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Komoditas yang memiliki potensi untuk berkontribusi pada perekonomian nasional adalah tanaman kentang. Kabupaten Purbalingga menempati urutan ke-8 sebagai area produksi kentang di Jawa Tengah dengan luas panen mencapai 370 ha, dengan produksi 73,630 ton pada tahun 2020 (BPS, 2020). Kecamatan Karangreja merupakan satu-satunya daerah produksi kentang di Kabupaten Purbalingga. Masyarakat Kecamatan Karangreja yang berprofesi sebagai petani kentang terdapat sekitar 220 orang, dengan sejumlah 58 orang menjadi mitra dari PT. Indofood, dan sejumlah 162 orang petani tidak bermitra. Permasalahan produksi kentang secara umum yang dialami di Kecamatan Karangreja khususnya disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya iklim, biaya produksi, lahan prtanian, faktor produksi, dan perubahan harga. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini selaras dengan permasalahan di atas yaitu: (1) mengetahui motif petani kentang untuk menjadi mitra dan non mitra perusahaan di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan (2) mengetahui komparatif kelayakan usahatani kentang petani mitra perusahaan dan non mitra perusahaan di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Penelitian dilaksanakan secara purposive di Kecamatan Karangreja dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Karangreja yang menjadi sentra komoditas kentang di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April 2022. Sasaran penelitian adalah petani kentang mitra dan non mitra di Kecamatan Karangreja dengan masing-masing sampel berjumlah 20 dan 50. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, biaya usahatani, penerimaan usahatani, pendapatan usahatani, kelayakan usahatani menggunakan analisis R/C ratio, dan komparatif usahatani kentang petani mitra dan non mitra menggunakan analisis uji t.
Hasil penelitian menunjukkan motif petani kentang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga untuk menjadi mitra perusahaan yaitu adanya kepastian pasar, harga yang berlaku relatif tinggi dan stabil, proses pendaftaran mitra mudah, terdapat informasi terkait pra kemitraan, dan kontrak keanggotaan yang mengikat. Sedangkan motif petani non mitra untuk tetap melakukan usahatani secara mandiri yaitu lebih nyaman memasarkan sendiri, perawatan kentang granola lebih mudah, memiliki hubungan dengan tengkulak. Analisis komparatif kelayakan usahatani kentang petani mitra perusahaan dan non mitra perusahaan di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rata-rata jumlah produksi, niaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani kentang petani mitra dengan petani non mitra.
Abtrak (Bhs. Inggris)The commodity that has the potential to contribute to the national economy is the potato. Purbalingga Regency ranks 8th as a potato production area in Central Java with a harvested area of 370 ha, with a production of 73,630 tons in 2020 (BPS, 2020). Karangreja District is the only potato production area in Purbalingga Regency. There are around 220 people in the Karangreja sub-district who work as potato farmers, with a total of 58 people being partners of PT. Indofood and a total of 162 farmers are not partners. The general problem of potato production in Karangreja District is mainly caused by various factors including climate, production costs, agricultural land, production factors, and price fluctuation. The objectives to be achieved from this research activity are in line with the problems above, namely: (1) knowing the motives of potato farmers to become company partners and non-partners in Karangreja District, Purbalingga Regency, and (2) knowing the comparative feasibility of potato farming with company partner farmers and non-partner company in Karangreja District, Purbalingga Regency.
The research was carried out purposively in Karangreja District with the consideration that Karangreja District is the center of potato commodities in Purbalingga Regency. The research was carried out on April 2022. The research targets were partner and non-partner potato farmers in Karangreja District with 20 and 50 samples respectively. The data analysis used was descriptive, farming costs, farm income, farming feasibility using analysis of R/C ratio, and comparative potato farming of partner and non-partner farmers using t-test analysis.
The results showed that the motives of potato farmers in Karangreja to become company partners were market certainty, prevailing prices were relatively high and stable, the partner registration process was easy, there was information related to pre-partnership and binding membership contracts. Meanwhile, the motives of non-partner farmers to continue to do their farming are that they are more comfortable in marketing themselves, easier to care for granola potatoes, and have relationships with middlemen. The comparative analysis of the feasibility of potato farming between company partner and non-partner farmers in Karangreja shows that there is no significant difference between the average amount of production, production costs, revenue, income, and feasibility of potato farming between company partner and non-partner farmers.
Kata kunciusahatani, kentang, mitra
Pembimbing 1Dr. Irene Kartika Eka W, S.P., M.P.
Pembimbing 2Alpha Nadeira M, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman148
Tgl. Entri2023-05-19 11:57:04.967546
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.