Artikel Ilmiah : I1A018019 a.n. NOVIA

Kembali Update Delete

NIMI1A018019
NamamhsNOVIA
Judul ArtikelFaktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Puspahiang Tasikmalaya Tahun 2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : TB paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia. Faktor resiko TB paru meliputi faktor genetik, perilaku, lingkungan dan faktor pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Puspahiang.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi kasus yaitu seluruh pasien TB paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Puspahiang pada bulan Januari – Juni 2022. Populasi kontrol yaitu tetangga dari penderita TB paru dan besaran sampel penelitian yaitu 30 kelompok kasus dan 30 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariate menggunakan uji Chi-Square dan multivariate menggunakan uji regresi logistic berganda dengan tingkat signifikansi 95%.
Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan dengan kejadian TB paru adalah praktik hygiene (0,039) dan akses informasi kesehatan (0,002). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu kepadatan hunian (0,796), luas ventilasi (0,439), jenis lantai (0,792), jenis bahan bakar memasak (0,096) dan riwayat kontak (0,111). Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru yaitu praktik hygiene (0,023) dengan OR 4,142 dan akses informasi kesehatan (0,001) dengan OR 0,127.
Simpulan : Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian TB paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Puspahiang yaitu praktik hygiene.
Saran : Masyarakat diharapkan menerapkan PHBS dan praktik pencegahan TB paru serta diharapkan banyak mengakses informasi mengenai TB paru.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background : Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which is currently still a health problem both in the world and in Indonesia. Tuberculosis risk factors include genetic, behavioral, environmental and health care factors. The purpose of this study was to find out what factors influence the incidence of tuberculosis in the working area of the UPTD Puspahiang Health Center.
Method : This study uses a quantitative method with a case control approach. The case population is all Tuberculosis patients in the working area of the Puspahiang Health Center UPTD from January to June 2022. The control population is neighbors of Tuberculosis sufferers and the study sample size is 30 case groups and 30 control groups. The sampling technique used Consecutive sampling. Data collection used a questionnaire and then analyzed using univariate analysis, bivariate using the Chi-Square test and multivariate using multiple logistic regression tests with a significance level of 95%.
Result : Variables related to the incidence of tuberculosis are hygiene practices (0.039) and access to health information (0.002). While the unrelated variables were occupancy density (0.796), ventilation area (0.439), type of floor (0.792), type of cooking fuel (0.096) and contact history (0.111). The variables that influence the incidence of tuberculosis are hygiene practices (0.023) with OR 4.142 and access to health information (0.001) with OR 0.127.
Conclusion : The variable that has the most influence on the incidence of tuberculosis in the working area of the UPTD Puspahiang Health Center is hygiene practices.
Saran : Communities are expected to implement PHBS and TB prevention practices and are expected to access a lot of information about Tuberculosis.
Kata kunciTuberculosis, paru, faktor
Pembimbing 1Suratman, S.KM., M.Kes., Ph.D
Pembimbing 2Agnes Fitria Widiyanto, S.KM., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-05-19 11:54:55.646649
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.