| NIM | E1A019301 |
| Namamhs | RAISA MAULIDYA RAMADHANI |
| Judul Artikel | GUGATAN REKONVENSI ATAS HAK ASUH ANAK DALAM PERKARA CERAI GUGAT (STUDI PUTUSAN NOMOR 4635/PDT.G/2018/PA.CBN) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perkara Nomor 4635/Pdt.G/2018/PA.Cbn adalah perkara cerai gugat dengan kumulasi hak asuh anak yang masih dibawah umur, didalam proses persidangan Tergugat sebagai pihak suami mengajukan gugatan rekonvensi terkait hak asuh anak. Kompilasi Hukum Islam Pasal 105 menyatakan hak pemeliharaan anak yang belum berumur 12 tahun diberikan kepada ibunya, namun majelis hakim dalam putusannya mengabulkan gugatan rekonvensi dengan memberikan hak asuh anak kepada Penggugat Rekonvensi selaku ayahnya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam mengabulkan gugatan rekonvensi dan akibat dari dikabulkannya gugatan rekonvensi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan metode analisis kualitatif deduktif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Penelitian yang dilakukan memperoleh hasil sebagai berikut: pertama, pertimbangan hakim dalam mengabulkan gugatan rekonvensi sudah tepat, didasari Penggugat Rekonvensi yang dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya dengan alat bukti surat dan keterangan saksi yang saling berkaitan dan menguatkan, fakta yang terungkap dan pertimbangan hukum hakim yang mendasari kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana ketentuan Pasal 2 huruf b Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kedua, akibat hukum dikabulkannya gugatan rekonvensi, terhadap hak asuh anak yaitu munculnya hak dan kewajiban Penggugat Rekonvensi sebagai pemegang hak hadhanah untuk melaksanakan pemeliharaan anak dan perintah didalam amar untuk tetap memberikan akses kepada Tergugat Rekonvensi untuk mencurahkan kasih sayang kepada anaknya dan terhadap putusan yang telah memiliki kekuatan hukum, adanya kesempatan untuk melakukan upaya hukum peninjauan kembali bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan pengadilan dengan tetap harus memenuhi persyaratan permohonan peninjauan kembali. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Case Number 4635/Pdt.G/2018/PA.Cbn is a contested divorce case with cumulative custody of children who are still minors. In the course of the trial, the defendant, the husband, filed a counterclaim on child custody. According to Compilation of Islamic Law Article 105, children under the age of 12 are accorded their mother's maintenance rights; however, in their ruling, the panel of judges allowed the counterclaim by awarding child custody to the Counterclaim Plaintiff as the father.Based on this, this study aims to determine the judge's consideration in granting the counterclaim and the consequences of the granting of the counterclaim. This research is a normative juridical research with prescriptive research specifications. Data sources used secondary data which include primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials with literature study data collection methods with deductive qualitative analysis methods and presented in the form of narrative text. The research conducted obtained the following results: First, the judge's consideration in granting the counterclaim is correct, based on the Counterclaim Plaintiff's ability to prove the claims of his lawsuit with letter evidence and witness testimony that are connected to and support one another, the facts revealed, and the judge's legal considerations based on the child's best interests as specified in Article 2 letter b of Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. Second, the legal consequences of the granting of a counterclaim, on child custody, namely the emergence of the rights and obligations of the Counterclaim Plaintiff as the holder of hadhanah rights to carry out child maintenance and orders in the verdict to continue to provide access to the Counterclaim Defendant to devote affection to his child and against decisions that have legal force, there is an opportunity to conduct a judicial review for parties who are dissatisfied with the court's decision while still having to fulfill the requirements for a review application.
|
| Kata kunci | Gugatan Rekonvensi, Hak Asuh Anak, Akibat Hukum |
| Pembimbing 1 | Dr. Rahadi Wasi Bintoro, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Sanyoto, S.H., M.Hum |
| Pembimbing 3 | Drs. Antonius Sidik Maryono, S.H., M.S |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2023-05-17 09:45:21.34614 |
|---|