Artikel Ilmiah : F1C019061 a.n. THIFAL TUMEIMA RANI HAKIM
| NIM | F1C019061 |
|---|---|
| Namamhs | THIFAL TUMEIMA RANI HAKIM |
| Judul Artikel | Analisis Pola Komunikasi Pada Komunitas Bekasi Berkebun |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Komunitas Bekasi Berkebun adalah sebuah lembaga non-profit yang bergerak di bidang lingkungan dengan mengembangkan pertanian di perkotaan melalui sistem urban farming. Dalam melakukan gerakkan urban farming, Bekasi Berkebun memiliki visi misi yang berlandaskan 3E (Edukasi, Ekologi, Ekonomi) dengan menjalankan misi yang sudah dirancang dalam program kerja yang berkelanjutan di setiap periodenya. Peran komunikasi antar anggota sangat berperan sebagai jembatan dalam pelaksanaan kegiatan Bekasi Berkebun, tetapi seiring berjalannya waktu banyak anggota yang pasif dengan tidak mengikuti kegiatan. Berdasarkan fenomena yang terjadi dalam interaksi Komunitas Bekasi Berkebun, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang digunakan Bekasi Berkebun dan mengkaji hambatan serta pendukung komunikasi Bekasi Berkebun dalam menerapkan internalisasi value terhadap antar anggota kelompok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan konsep dinamika kelompok dan Groupthink Theory sebagai teori yang membantu peneliti untuk mengkaji hasil penelitian yang telah diperoleh di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara mendalam dan observasi. Wawancara dilakukan dengan 8 (delapan) informan yang terdiri dari 3 (tiga) orang pengurus dan 5 (lima) anggota yang merupakan penggiat. Metode analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekasi Berkebun menggunakan pola komunikasi Bintang dan Roda untuk saling berinteraksi di dalam kelompok. Pola Komunikasi Bintang digunakan dalam interaksi pengurus dengan anggota maupun dengan sesama anggota secara informal. Sedangkan, pola roda terjadi ketika koordinator membagikan informasi secara formal dan membuat acara tentang berkebun. Selain itu, Bekasi Berkebun juga berkomunikasi melalui media Whatsapp Group dan Zoom untuk berdiskusi dan berkoordinasi menjelang acara. Adapun hambatan dari proses komunikasi adalah pasifnya anggota karena ketidaksesuaian waktu pelaksanaan kegiatan dengan waktu luang anggota. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Komunitas Bekasi Berkebun adalah sebuah lembaga non-profit yang bergerak di bidang lingkungan dengan mengembangkan pertanian di perkotaan melalui sistem urban farming. Dalam melakukan gerakkan urban farming, Bekasi Berkebun memiliki visi misi yang berlandaskan 3E (Edukasi, Ekologi, Ekonomi) dengan menjalankan misi yang sudah dirancang dalam program kerja yang berkelanjutan di setiap periodenya. Peran komunikasi antar anggota sangat berperan sebagai jembatan dalam pelaksanaan kegiatan Bekasi Berkebun, tetapi seiring berjalannya waktu banyak anggota yang pasif dengan tidak mengikuti kegiatan. Berdasarkan fenomena yang terjadi dalam interaksi Komunitas Bekasi Berkebun, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang digunakan Bekasi Berkebun dan mengkaji hambatan serta pendukung komunikasi Bekasi Berkebun dalam menerapkan internalisasi value terhadap antar anggota kelompok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan konsep dinamika kelompok dan Groupthink Theory sebagai teori yang membantu peneliti untuk mengkaji hasil penelitian yang telah diperoleh di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara mendalam dan observasi. Wawancara dilakukan dengan 8 (delapan) informan yang terdiri dari 3 (tiga) orang pengurus dan 5 (lima) anggota yang merupakan penggiat. Metode analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekasi Berkebun menggunakan pola komunikasi Bintang dan Roda untuk saling berinteraksi di dalam kelompok. Pola Komunikasi Bintang digunakan dalam interaksi pengurus dengan anggota maupun dengan sesama anggota secara informal. Sedangkan, pola roda terjadi ketika koordinator membagikan informasi secara formal dan membuat acara tentang berkebun. Selain itu, Bekasi Berkebun juga berkomunikasi melalui media Whatsapp Group dan Zoom untuk berdiskusi dan berkoordinasi menjelang acara. Adapun hambatan dari proses komunikasi adalah pasifnya anggota karena ketidaksesuaian waktu pelaksanaan kegiatan dengan waktu luang anggota. Abstract Bekasi Berkebun Community is an institution non-profit by developing agriculture with urban communities through the system urban farming. In their implemention of urban farming, Bekasi Berkebun has a vision and mission that is based on 3E (Education, Ecology, Economy) by carrying out the missions that have been designed in a sustainable work program in each period. The role of communication between members plays a very important role a bridge in carrying out Bekasi Berkebun activities, but over time many members become passive by not participating in activities. Based on the phenomena that occur in the interaction of the Bekasi Berkebun Community, this study aims to analyze the communication patterns used by Bekasi Berkebun and examine the barriers and communication support of Bekasi Berkebun in implementing value internalization among group members. This reasearch uses a qualitative descriptive method, with the concept of group dynamics and Groupthink Theory as a theory that helps researchers to examine the results of research that has been obtained in the fields. Data collection techniques used are in-depth interviews and observation. Interviews were conducted with 8 (eight) informants consisting of 3 (three) administratos and 5 (five) members. Methods of data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of research show that Bekasi Berkebun uses star communication patterns and wheel communication patterns to interact within groups. The star communication pattern is used in the interaction of the board with members and with fellow members informally. Meanwhile, the wheel communication pattern occurs when the coordinator shares information formally and organized events about gardening. Apart form that, Bekasi Berkebun also communicates through the media Whatsapp Group and Zoom to discuss and coordinate ahead of the event. The obstacle to the communication process is the passiveness of the members due to the discrepancy in the timing of activites and the free time of the member. |
| Kata kunci | Bekasi Berkebun, Pola Komunikasi, Komunikasi Kelompok |
| Pembimbing 1 | Dr. Nuryanti, S.IP., M.Sc |
| Pembimbing 2 | Dr. Agoeng Nugroho, S.Sos., M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Shinta Prastyanti, S.IP., M.A. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2023-05-16 10:30:11.111367 |