| NIM | F1C017069 |
| Namamhs | APRILIA SEKAR SARI |
| Judul Artikel | Analisis Wacana Monolog Najwa Shihab pada Kursi Kosong dalam Tayangan Mata Najwa Edisi Menanti Terawan |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemerintah turut berupaya mencegah dan mengantisipasi dengan berbagai kebijakan. Namun banyak faktor yang menyebabkan pandemi covid-19 di Indonesia tak kunjung usai. Mulai dari masyarakat yang mengabaikan prokes dan kebijakan, serta pejabat publik yang miskomunikasi dalam menyampaikan kebiajakn, salah satunya menkes Terawan Agus Putranto. Sejak awal adanya Covid-19 beliau menanggapi dengan pernyataan yang memicu kontroversi dan kerap melontarkan candaan sehingga tidak terkesan serius dalam memberikan kejelasan kepada masyarakat. Atas dasar itu beliau menjadi minim tampil dihadapan publik hingga diwakilkan oleh Sesditjen P2P Achmad Yurianto maupun jubir lainnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigma kritis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama analisis teks, adanya kesan negatif yang merujuk pada narasumber yang dianggap lepas dari tanggung jawabnya sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Pada praktik sosiokultural pembawa acara merepresentasikan kursi kosong sebagai satir untuk Terawan Agus Putranto. Pada praktik sosial didapatkan, bahwa nama besar Najwa Shihab berhasil menarik simpatisan melalui keresahan masyarakat. Adapun pandangan mengenai tayangan ini bernada satir dan condong kearah negatif terhadap sikap Terawan, serta pandangan bentuk kekecewaan masyarakat dan Najwa Shihab dari kinerja dari Menteri Kesehatan. Menurut peneliti meski tidak sepenuhnya keliru, namun alangkah bijaknya apabila pihak Mata Najwa mencari terlebih dahulu fakta yang sebenarnya mengenai menghilangnya Terawan dari publik melalui orang-orang disekitar, agar nantinya tercipta narasi yang proposional. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The government tries to prevent & anticipate with various policies. Many factors have caused the Covid-19 pandemic in Indonesia to never end. Starting from the people who ignore health programs and policies, as well as public officials who miscommunicate in delivering policies, one of them is the Minister of Health Terawan Agus Putranto. Since the beginning of Covid-19, he responded with statements that sparked controversy and often made jokes so that he did not appear serious in providing clarity to the public. He had minimal appearances in front of the public until he was represented by the Secretary Directorate General of P2P Achmad Yurianto and other spokespersons. This study qualitative uses research with a critical paradigm approach. The data collection technique used is content analysis. The results of the study found that in the first analysis of the text, there is a negative impression that refers to sources who are considered free from their responsibilities as the Minister of Health of the Republic of Indonesia. In sociocultural practice, the presenter represents an empty chair as satire for Terawan Agus Putranto. In social practice, it was found that in the big-name Najwa Shihab managed to attract sympathizers through public unrest. The views regarding this show are satirical and lean towards the negative of Terawan's attitude, as well as views of the form of public disappointment and Najwa Shihab from the performance of the Minister of Health. According to the researcher, although not completely wrong, it would be wise if Mata Najwa first looked for the real facts about Terawan's disappearance from the public through the people around him, so that later a proportional narrative would be created. |
| Kata kunci | Mata Najwa, Monolog, Menteri Terawan, Kursi Kosong, Analisis Wacana, Norman Fairclough |
| Pembimbing 1 | Dr. Nana Sutikna, M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dra. Hj. Sri Pangestuti, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. Wiwik Novianti, M.I.Kom. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2023-05-15 14:07:19.010323 |
|---|