Artikel Ilmiah : I1A019101 a.n. DITA RISKI KHASANAH
| NIM | I1A019101 |
|---|---|
| Namamhs | DITA RISKI KHASANAH |
| Judul Artikel | Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Filariasis Pasca POPM di Kota Pekalongan |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemerintah Kota Pekalongan telah melaksanakan POPM filariasis sebanyak 7 kali pada tahun 2011-2015 dan 2017-2018. Namun, masih ditemukan kasus filariasis baru pada tahun 2019 dan 2020. Penelitian ini bertujuan mengetahu faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian filariasis pasca pelaksanaan POPM. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi kasus kontrol yang meneliti pengaruh variabel independen berupa umur, jenis kelamin, penggunaan kelambu, penggunaan kawat kasa ventilasi, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, keberadaan rawa, keberadaan tanaman air, keberadaan kandang ternak, keberadaan PMO, dan kepatuhan minum obat POPM kaitannya dengan kejadian filariasis pasca POPM di kota Pekalongan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis multivariat menunjukkan varibel kepatuhan minum obat dan penggunaan kawat kasa pada ventilasi merupakan faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian filariasis pasca POPM filariasis di Kota Pekalongan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian filariasis pasca POPM di Kota Pekalongan adalah kepatuhan minum obat (OR=62,688). Indeks habitat Culex di Kota Pekalongan melebihi standar baku mutu. Data hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pengendalian filariasis pasca POPM di Kota Pekalongan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Government of Pekalongan City has implemented MDA filariasis 7 times in 2011-2015 and 2017-2018. However, new cases of filariasis were still found in 2019 and 2020. This study aims to find out the factors that influence the incidence of filariasis after the implementation of MDA. This research is a quantitative analytic with case-control study that aim to examines the effect of independent variables such as age, gender, use of mosquito nets, use of ventilation netting, habit of leaving the house at night, presence of swamps, presence of aquatic plants, presence of livestock pens, the presence of supervisors taking medication during MDA, and adherence to drinking MDA drugs in relation to the incidence of post-MDA filariasis in Pekalongan city. The results showed that adherence to medication and the use of gauze wires for ventilation were variables that proved to have an effect on the incidence of filariasis after MDA filariasis in Pekalongan City. Adherence to taking medication was the most influences the incidence of post-MDA filariasis in Pekalongan City (OR=62.688). The result of this study can be used as a reference for post-MDA filariasis control in Pekalongan City. |
| Kata kunci | Filariasis, Faktor Risiko, Pengaruh, POPM |
| Pembimbing 1 | Devi Octaviana |
| Pembimbing 2 | Dwi Sarwani Sri Rejeki |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2023-05-09 19:30:20.274427 |