Artikel Ilmiah : F1C019073 a.n. ANISA ALDANUR KOTO

Kembali Update Delete

NIMF1C019073
NamamhsANISA ALDANUR KOTO
Judul ArtikelKOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PENDAMPINGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KORBAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH KONSELOR DPPKBP3A BANYUMAS
INTERPERSONAL COMMUNICATION IN ASSISTING CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS VICTIMS OF SEXUAL VIOLENCE BY COUNSELORS DPPKBP3A BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kekerasan seksual merupakan masalah yang marak terjadi. Anak berkebutuhan khusus juga berpotensi menjadi korban kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses komunikasi interpersonal konselor DPPKBP3A Banyumas dalam melakukan pendampingan serta faktor penghambat dan pendukung yang ditemui. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, DPPKBP3A Banyumas dapat menjadi rumah sementara yang aman bagi korban kekerasan seksual. Kedua Proses Komunikasi Pendampingan dilakukan dengan cara menyesuaikan kriteria korban. Terkahir faktor pendukung diperoleh dari pihak eksternal yang menunjang sarana dan prasarana. Hambatan yang ditemui berasal dari internal yaitu sikap abk yang terkadang tantrum. Dalam proses pendampingan menggunakan komunikasi interpersonal melalui tatap muka. Bentuk pesan yang digunakan yaitu bentuk persuasif dan penjelasan fakta. Dibutuhkan tenaga ahli dalam menyampaikan pesan karena keterbatasan klien secara kognitif. Selain itu, selama proses pendampingan juga menggunakan alat bantu media seperti Handphone dan games tebak gambar untuk mencapai keberhasilan dalam proses pendampingan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sexual violence is a widespread problem. Childrenwith special needs also have the potential to become victims of violence. This study aims to determine the interpersonal communication process of DPPKBP3A Banyumas counselors in providing assistance as well as the inhibiting and supporting factors encountered. This research uses constructivism paradigm and qualitative method. Based on the results of the study, DPPKBP3A Banyumas can be a safe temporary home for victims of sexual violence. Second, the Assistance Communication Process is carried out by adjusting the criteria of the victim. Finally, supporting actors are obtained from external parties who support facilities and infrastructure. Theobstacles encountered come from internal, namely the attitude of abk which sometimes tantrums. In the mentoring process using interpersonal communication through face-to-face. The form of the message used is persuasive form and explanation of facts. Experts are needed in delivering messages because of client limitations cognitively. In addition, during the mentoring process also use media tools such as mobile phones and picture guessing games to achieve success in the mentoring process.
Kata kunciKekerasan Seksual, Anak Berkebutuhan Khusus, Pendampingan
Pembimbing 1Dr. Mite Setiansah, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Wiwik Novianti, M.I.Kom.
Pembimbing 3Dr. Nuryanti, S.IP., M.Sc.
Tahun2023
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2023-05-09 11:20:35.527812
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.