Artikel Ilmiah : A1D019107 a.n. HENDRA TANUGRAHA

Kembali Update Delete

NIMA1D019107
NamamhsHENDRA TANUGRAHA
Judul ArtikelPotensi Konsorsium Bakteri Antagonis untuk Mengendalikan Penyakit Bulai Jagung In Planta
Abstrak (Bhs. Indonesia)Peronosclerospora maydis merupakan penyebab penyakit bulai yang dapat menurunkan produksi jagung. Pengendalian hayati dengan menggunakan konsorsium bakteri antagonis seperti Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus subtilis, dan Pseudomonas putida merupakan alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsorsium bakteri antagonis dalam mengendalikan penyakit bulai jagung yang disebabkan oleh patogen jamur jamur P. maydis dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung in planta. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi Kontrol tanpa perlakuan; Kontrol fungisida metalaksil; aplikasi B. Amyloliquefaciens, B. Subtilis dan Pseudomonas putida secara tunggal; serta konsorsium B. amyloliquefaciens dan B. subtilis; B. amyloliquefaciens dan P. putida; B. subtilis dan P. putida; B. amyloliquefaciens, B. subtilis dan P. putida.Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, laju infeksi, nilai efektivitas pengendalian penyakit, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar, bobot kering tanaman, saponin, glikosida, dan tanin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsrosium B. subtilis dan P. putida merupakan bakteri antagonis terbaik dalam menunda masa inkubasi 39,97%, menurunkan kejadian penyakit 70,67%, menekan intensitas penyakit 79,82%, menghambat laju infeksi 70,83%, meningkatkan nilai efektivitas pengendalian 78,95%, AUDPC 85,75% dan meningkatkan komponen pertumbuhan berupa tinggi tanaman 58%, jumlah daun 50,56%, panjang akar 68,75%, bobot segar tanaman 91,60%, bobot kering tanaman 91,50% serta meningkatkan kandungan fenol tanaman (tanin, saponin dan glikosida).
Abtrak (Bhs. Inggris)Peronosclerospora maydis is the causal agent of downy mildew disease which decreases the production of corn. Biological control using a consortium of antagonistic bacteria such as Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus subtilis, and Pseudomonas putida is a alternative to prevent the infection of the disease. The aim of this research was to determine the effect of a consortium of antagonistic bacteria in controlling downy mildew caused by the fungal pathogen P. maydis and its effect on the growth of corn in planta. Randomized block design (RBD) experiment was used consisting of 9 treatments and 3 replications i.e. (no treatment); Control (metalaxyl fungicide); application of B. amyloliquefaciens, B. subtilis, or Pseudomonas putida singly; and consortium of B. amyloliquefaciens and B. subtilis; B. amyloliquefaciens and P. putida; B. subtilis and P. putida; B. amyloliquefaciens, B. subtilis and P. putida. The variables observed were incubation period, disease incidence, disease intensity, infection rate, disease control effectiveness, AUDPC, plant height, number of leaves, root length, fresh weight, dry weight of plants, saponins, glycosides, and tannins. The results showed that B. subtilis and P. putida consortia was the best bacterial antagonist agent to corn control downy mildew by delaying incubation period (39.97%), decreasing disease intensity (70.67%), suppressing disease intensity (79.82%), inhibiting infection rate (70.83%), increasing the value of control effectiveness was (78.95%), AUDPC (85.75%) and increased growth components in the form of plant height (58%), number of leaves (50.56%), root length (68.75%), plant fresh weight (91.60%), plant dry weight (91,50%) and increase the content of plant phenols (tannins, saponins and glycosides).
Kata kunciKata kunci: Konsorsium bakteri antagonis, pengendalian hayati, Peronosclerospora maydis, jagung.
Pembimbing 1Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Endang Mugiastuti, S.P., M.P.
Pembimbing 3-
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-05-08 12:23:55.144503
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.