| NIM | A1D017165 |
| Namamhs | KHANSA SHAFIRA YUNITA |
| Judul Artikel | Uji Efektivitas Jamur Entomopatogen Isolat Kebanggan, Karanggude, dan Pabuwaran Kabupaten Banyumas terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda J.E Smith.) pada Tanaman Jagung |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Kebanggan, Karanggude, dan Pabuwaran terhadap mortalitas, aktivitas makan, dan lama stadia hama uji Spodoptera frugiperda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dari Bulan Mei 2022 sampai dengan September 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang diberikan terdiri dari E0: dengan air steril, E1: dengan isolat Kebanggan, E2: isolat Karanggude, E3: isolat Pabuwaran, E4: insektisida sintetis (b.a emamektin benzoate+lufenuron) yang dikombinasikan dengan metode aplikasi K1: semprot dan K2: celup. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati adalah efektivitas jamur entomopatogen, mortalitas, daya pakan, lama stadia, dan waktu kematian hama uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) jamur entomopatogen isolat Kebanggan menyebabkan mortalitas larva 7% pada 4 HSP (Hari setelah perlakuan), isolat Karanggude 3% pada 4 HSP dengan metode penyemprotan, dan isolat Pabuwaran tidak menyebabkan mortalitas pada larva S. frugiperda. 2) isolat Pabuwaran menurunkan aktivitas makan sebesar 61% pada 1 HSP. 3) nilai efikasi yang ditunjukkan oleh ketiga jamur entomopatogen sangat rendah, yaitu isolat Kebanggan 7%, Karanggude 3%, Pabuwaran 0% dengan metode aplikasi semprot, dan isolat Kebanggan 7%, Karanggude 7%, Pabuwaran 0% dengan metode aplikasi celup. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to determine the effect of entomopathogenic fungi isolates of Kebanggan, Karanggude, and Pabuwaran on mortality, feeding activity, and stage range of the test pest Spodoptera frugiperda. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from May 2022 to September 2022. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD). The treatments given consisted of E0: sterile water, E1: Kebanggan isolate, E2: Karanggude isolate, E3: Pabuwaran isolate, E4: synthetic insecticide (b.a emamectin benzoate + lufenuron) combined with the application method K1: spray and K2: dip. Each treatment combination was repeated three times. Parameters observed were the effectiveness of entomopathogenic fungi, mortality, feedability, stage range, and time of death of the test pests. The results showed that 1) the entomopathogenic fungus Kebanggan isolate caused 7% mortality of larvae at 4 DAT (days after treatment), 3% of Karanggude isolate at 4 DAT by spraying method, and Pabuwaran isolate did not cause mortality of S. frugiperda larvae. 2) Pabuwaran isolate reduced feeding activity by 61% at 1 DAT. 3) The efficacy values shown by the three isolates of entomopathogenic fungi were very low, 7% Kebanggan, 3% Karanggude, 0% Pabuwaran by spray application method, and 3% Kebanggan, 7% Karanggude, 0% Pabuwaran by dip application method. |
| Kata kunci | mortalitas, lama stadia, jamur entomopatogen, Spodoptera frugiperda. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Endang Warih Minarni, M.P. |
| Pembimbing 2 | Dra. Nurtiati, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2023-05-04 13:22:33.92964 |
|---|