Artikel Ilmiah : E1A019226 a.n. NADHIFAH ZAHIDA
| NIM | E1A019226 |
|---|---|
| Namamhs | NADHIFAH ZAHIDA |
| Judul Artikel | CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN AKIBAT ORANG TUA MENCAMPURI URUSAN RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 42/Pdt.G/2022/PA. Blk) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Rumah tangga merupakan konsep yang dituliskan dengan dalam kurung setelah istilah keluarga yang tertuang di dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Artinya tujuan perkawinan tidak hanya sekedar membentuk keluarga begitu saja, akan tetapi secara nyata harus membentuk suatu rumah tangga, yaitu suatu keluarga dengan kehidupan mandiri yang mengatur kehidupan ekonomi dan sosialnya sendiri. Undang-Undang ini mengandung prinsip bahwa calon suami isteri itu harus telah masak jiwa raganya (aspek biologis maupun aspek psikologis) untuk melangsungkan suatu perkawinan agar dapat mewujudkan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian. Akan tetapi kenyataannya tidak semua perkawinan rukun dan penuh kasih sayang, hal ini dapat dilihat dalam perkara Nomor 42/Pdt.G/2022/PA. Blk yang mana disebabkan karena campur tangan orang tua. Campur tangan orang tua dalam rumah tangga anak tidak selalu berdampak positif tetapi dapat pula menyebabkan perselisihan yang berakibat perceraian terhadap rumah tangga anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara cerai gugat karena perselisihan akibat orang tua mencampuri urusan rumah tangga serta untuk mengetahui akibat hukum dari adanya cerai gugat pada Putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 42/Pdt.G/2022/PA. Blk. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual, spesifikasi penelitian perspektif analitis, sumber data sekunder, pengumpulan data studi kepustakaan dan inventarisasi, penyajian data teks naratif, dan analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 42/Pdt.G/2022/PA. Blk, pertimbangan Hakim berdasarkan Penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti sudah tepat, namun pertimbangan hukum hakim dapat dilengkapi dengan ketentuan pada Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 77 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 80 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum adanya cerai gugat berdasarkan Putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 42/Pdt.G/2022/PA.Blk mempunyai akibat hukum terhadap status perkawinan dan harta bersama. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The household is a concept that is written in brackets after the term family which is contained in Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. This means that the purpose of marriage is not just to form a family just like that, but actually have to form a household, namely a family with an independent life that manages its own economic and social life. This law contains the principle that the prospective husband and wife must be physically and mentally mature (both biological and psychological aspects) to carry out a marriage so that they can realize a good marriage without ending in divorce. However, in reality not all marriages are harmonious and full of love, this can be seen in case Number 42/Pdt.G/2022/PA. Blk which is caused by parental interference. The intervention of parents in the child's household does not always have a positive impact but can also lead to disputes which result in the divorce of the child's household. This study aims to find out the basic legal considerations of judges in deciding divorce cases due to disputes due to parents interfering in household affairs and to find out the legal consequences of having a divorce contested in the Decision of the Bulukumba Religious Court Number 42/Pdt.G/2022/PA. Blk. The type of research used in this study uses normative juridical by using statutory approaches, case approaches, and conceptual approaches, analytical perspective research specifications, secondary data sources, library study data collection and inventory, presentation of narrative text data, and analysis of qualitative normative data. The results of research and discussion of the Decision of the Bulukumba Religious Court Number 42/Pdt.G/2022/PA. Blk, the judge's consideration based on the Elucidation of Article 39 paragraph (2) letter (f) of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage jo. Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to the researcher, this is correct, but the judge's legal considerations can be supplemented by the provisions in Article 33 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 77 paragraph (2) Compilation of Islamic Law and Article 34 paragraph (1) Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage jo. Article 80 paragraph (2) Compilation of Islamic Law. The legal consequences of a divorce lawsuit based on the Decision of the Bulukumba Religious Court Number 42/Pdt.G/2022/PA.Blk have legal consequences for marital status and joint assets. |
| Kata kunci | Cerai Gugat, Perselisihan, Campur Tangan, Orang Tua. |
| Pembimbing 1 | Haedah Faradz, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Drs. Noor Asyik, M. Ag. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 29 |
| Tgl. Entri | 2023-04-13 08:17:24.839494 |