Artikel Ilmiah : F1F018065 a.n. IQBAL AJI PARAVANZA

Kembali Update Delete

NIMF1F018065
NamamhsIQBAL AJI PARAVANZA
Judul ArtikelAnalisis Penarikan diri Amerika Serikat dari Intermediate Nuclear Forces (INF) tahun 2019 dan Dampaknya terhadap Stabilitas Keamanan regional Asia-Pasfik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perjanjian INF adalah perjanjian antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang ditandatangani oleh Presiden Reagan dan Sekretaris Jenderal Gorbachev pada tanggal 8 Desember 1987 tentang penghapusan rudal jarak menengah dan jarak pendek dengan jangkauan antara 500 hingga 5500 KM. Amerika Serikat menuduh Rusia melanggar kewajibannya di bawah Perjanjian INF untuk tidak memproduksi, memiliki, atau melakukan uji terbang rudal dengan kemampuan jangkauan antara 500 dan 5500 KM. Keputusan Amerika Serikat setelah menarik diri dari Perjanjian INF merupakan tanda bagi negara-negara di kawasan Asia pasifik seperti Korea Utara, Korea selatan, Australia, China, Jepang, Pakistan, dan India bahwa pengendalian senjata bukan lagi menjadi norma global. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik terdorong untuk mengembangkan rudal balistik mereka yang menyebabkan perlombaan senjata, kompetisi regional, dan stabilitas anarkis yang lebih berkelanjutan di Asia-Pasifik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan teori Offensi Realisme dalam menjelaskan mengapa Amerika Serikat menarik diri dari Perjanjian INF dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan regional Asia-Pasifik.
Abtrak (Bhs. Inggris)The INF Treaty is an agreement between the United States and the Soviet Union signed by President Reagan and Secretary General Gorbachev on December 8, 1987 regarding the elimination of medium and short range missiles with ranges between 500 and 5500 KM. The United States accused Russia of violating its obligations under the INF Treaty not to manufacture, possess, or test-fly missiles with a range of between 500 and 5500 KM. The United States' decision after withdrawing from the INF Treaty is a sign for countries in the Asia-Pacific region such as North Korea, South Korea, Australia, China, Japan, Pakistan and India that arms control is no longer a global norm. Countries in the Asia Pacific region are encouraged to develop their ballistic missiles that lead to an arms race, regional competition and anarchist stability in Asia-Pacific. In this study the authors use qualitative methods with the theory of Offensive Realism in explaining why the United States withdrew from the INF Treaty and its impact on regional security stability in the Asia-Pacific.
Kata kunciPerjanjian INF, Amerika Serikat, Perlombaan Senjata, Pengendalian Senjata
Pembimbing 1Muhammad Yamin, S.IP.,Msi
Pembimbing 2Nuriyeni Kartika Bintarsari, S.IP, M.A.,Ph.D
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman66
Tgl. Entri2023-04-05 12:01:13.076519
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.