Artikel Ilmiah : E1A019038 a.n. HAPPY ZAHRA YUFIA
| NIM | E1A019038 |
|---|---|
| Namamhs | HAPPY ZAHRA YUFIA |
| Judul Artikel | PENYALAHGUNAAN KEKEBALAN DIPLOMATIK BERDASARKAN KONVENSI WINA 1961 TENTANG HUBUNGAN DIPLOMATIK (Studi tentang Kasus Kekerasan Seksual oleh Diplomat Arab Saudi di India pada 2015) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penyalahgunaan Kekebalan Diplomatik Berdasarkan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik (Studi tentang Kasus Kekerasan Seksual oleh Diplomat Arab Saudi di India Pada 2015) Oleh: Happy Zahra Yufia E1A019038 ABSTRAK Dalam hubungan diplomatik tidak sedikit perwakilan diplomatik yang melakukan pelanggaran di negara penerima dengan menggunakan kekebalan dan keistimewaan yang dimilikinya. Berdasarkan kasus dalam penelitian ini, diplomat Arab Saudi yang bernama Majed Ashoor telah melakukan penyalahgunaan hak kekebalan diplomatik berupa kekerasan seksual kepada dua asisten rumah tangganya asal Nepal di kediaman resminya, di India pada 2015. Atas laporan para korban, diplomat Arab Saudi tersebut kemudian melarikan diri ke Arab Saudi dengan berlindung menggunakan hak kekebalan diplomatik yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hak kekebalan diplomatik menurut Konvensi Wina 1961, dan menganalisis upaya penyelesaian kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pejabat diplomatik Arab Saudi terhadap asisten rumah tangganya di New Delhi India pada 2015. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan yang disajikan dengan teks deskriptif naratif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode yuridis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa pengaturan hak kekebalan perwakilan diplomatik diatur dalam Pasal 29 sampai Pasal 37 Konvensi Wina 1961. Upaya penyelesaian yang dilakukan Kedutaan Besar India adalah meminta kepada Kedutaan Besar Arab Saudi untuk melakukan penanggalan kekebalan diplomatik kepada perwakilannya agar India dapat menerapkan yurisdiksinya kepada diplomat Arab Saudi, kemudian Kedutaan Besar Arab Saudi tidak memberikan jawaban atas permintaan penanggalan kekebalan pejabat diplomatiknya. Diplomat Arab Saudi telah terbukti melanggar Pasal 29 Konvensi Wina 1961 mengenai kekebalan atas diri pribadi, Pasal 41 ayat (1) Konvensi Wina 1961 mengenai kewajiban untuk menghormati peraturan negara penerima, Pasal 7 International Covenant on Civil and Political Rights 1976 tentang hak-hak sipil dan politik, serta Pasal 375 dan Pasal 376 Criminal Law (Amendment) The Indian Penal Code 1983 mengenai kekerasan seksual terhadap wanita di India. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Abuse of Diplomatic Immunity Based on The Vienna Convention on Diplomatic Relations 1961 (Case Study of Sexual Violence by Saudi Arabian Diplomat in India in 2015) By: Happy Zahra Yufia E1A019038 ABSTRACT In diplomatic relations many diplomatic agents commit violations in the receiving State by using their immunities and privileges. Based on the case in this study, a Saudi Arabian diplomat named Majed Ashoor abused his diplomatic immunity in the form of sexual violence to two of his household assistants from Nepal at his official residence, in India in 2015. Based on the reports of the victims, the Saudi Arabian diplomat then fled to Saudi Arabia by using his diplomatic immunity. The purpose of this study was to determine the regulation of diplomatic immunities according to the Vienna Convention 1961, and to analyze efforts to resolve sexual violence cases committed by Saudi Arabian diplomatic officials to two of his household assistants in New Delhi, India in 2015. This study uses a statutory approach and a case approach with descriptive analytical research specifications. Source of data used is secondary data. The data collection method was carried out by means of a literature study presented in descriptive narrative text. The data analysis method used is a qualitative juridical method. Based on the results of the research and discussion, it is known that the regulation on the right of diplomatic representative immunity is regulated in Article 29 to Article 37 of the 1961 Vienna Convention. The Indian Embassy's resolution was to ask the Saudi Arabian Embassy to waive diplomatic immunity to its representatives so that India could exercise jurisdiction over Saudi Arabian diplomats, then the Saudi Arabian Embassy did not respond to requests for removing the immunity of its diplomatic officials. Saudi Arabian diplomats have been proven to have violated Article 29 of the 1961 Vienna Convention concerning personal immunity, Article 41 paragraph (1) of the 1961 Vienna Convention concerning the obligation to respect the recipient country's regulations, Article 7 of the International Covenant on Civil and Political Rights 1976 concerning civil rights and politics, as well as Articles 375 and 376 of the Criminal Law (Amendment) of The Indian Penal Code 1983 regarding sexual violence against women in India. |
| Kata kunci | Diplomat, kekerasan seksual, penyalahgunaan kekebalan diplomatik, penanggalan kekebalan diplomatik. |
| Pembimbing 1 | Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Wismaningsih, S.H., M.H. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 24 |
| Tgl. Entri | 2023-04-04 17:00:11.497109 |