Artikel Ilmiah : F1B005141 a.n. YOGI PRASETYO
| NIM | F1B005141 |
|---|---|
| Namamhs | YOGI PRASETYO |
| Judul Artikel | PEMBANGUNAN DESA MELALUI PROGRAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) IKM PENGRAJIN RAMBUT DI DESA KARANGBANJAR KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | One Village One Product (OVOP) atau satu desa, satu produk menciptakan manusia untuk lebih kreatif dan inovatif bagi daerahnya maupun bangsanya. Mengingat Program One Village One Product masih dianggap konsep pendekatan baru dan belum merata di seluruh wilayah Indonesia, maka pemerintah harus bisa memahami dan mengenal tradisi di masing-masing wilayah. Program OVOP yang tersebar di seluruh Indonesia, meskipun jumlahnya belum sepadan dengan jumlah wilayahnya, tidak sedikit yang mengalami kemajuan, Purbalingga salah satunya. Perkembangan Program OVOP membawa kemajuan yang sangat jelas kearah pembangunan terutama di Purbalingga, termasuk Desa wisata, Taman Pendidikan(Sanggaluri Park), Wisata alam(Bumi Perkemahan) dan Wisata air Keluarga (Owabong), Bojongsari merupakan kecamatan dengan pertumbuhan pendapatan desa tertinggi diwilayahnya. Namun apakah dengan berkembangnya teknologi didukung oleh pemerintah dan menjadikan masyarakat yang mandiri dalam pembangunan. Oleh karena itu maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Pembangunan Desa melalui program OVOP IKM pengrajin rambut di desa Karang Banjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang pembangunan desa melalui “Satu Desa Satu Produk”(OVOP)di Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan informan dilakukan dengan Purposive sampling dan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di desa Karangbanjar dengan program OVOP pada IKM pengrajin rambut. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa interaktif. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan Triangulasi sumber. Menurut David C Korten, di dalam bukunya People center development pembangunan dinilai dari indikator masyarakat yang fair, inclusive, eternal melalui aksi warga negara secara sukarela. Berdasarkan hasil penelitian Pembangunan desa melalui program OVOP di kecamatan Bojongsari sudah dapat memenuhi standar kelayakan hidup oleh pemerintah daerah dan kosumen serta dapat mewujudkan visi dan misi OVOP dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan desa berkelanjutan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One Village One Product (OVOP) or one village, one product created humans to be more creative and innovative for the region and the nation. Given the One Village One Product program is still considered new approaches and concepts have not been evenly distributed throughout Indonesia, the government should be able to understand and know the tradition in their respective regions. OVOP program spread across Indonesia, though the amount has not been commensurate with the amount of territory, not the least progress, Purbalingga one. The development of OVOP program brings obvious progress towards development especially in Purbalingga, including village tours, Wildlife Education (Sanggaluri Park), Nature tourism (camping grounds) and water Family Travel (Owabong), Bojongsari is a district with the highest rural income growth territory. But if the technology advances backed by the government and make independent community development. Therefore, the authors are interested to take the title "Rural Development through OVOP program IKM hair artisans in the village of Karang Banjar sub Bojongsari Purbalingga." Purpose of this study was to describe in depth about the development of the village through the "One Village One Product" (OVOP) in Sub Bojongsari Purbalingga. The research method used is descriptive qualitative method. Collection techniques informants conducted by purposive sampling and accidental sampling. The research was conducted in the village Karangbanjar the OVOP program on SME craftsmen hair. While the technique of data collection is done by interview, observation and documentation. The method of data analysis in this study using the interactive analysis. To ensure the validity of the data, researchers used triangulation of sources. According to David C. Korten, in his book People center development development of indicators assessed the fair, inclusive, eternal through voluntary citizen action. Based on the research results through the village development program in the district OVOP Bojongsari been able to meet the eligibility standards of living by local governments and customers in and can realize the vision and mission of OVOP and in accordance with the principles of sustainable rural development |
| Kata kunci | fair(adil), inclusive(senasib), eternal(kekal) dalam pembangunan desa melalui program OVOP |
| Pembimbing 1 | Dr. Slamet Rosyadi, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Hikmah Nuraini, S.Sos, M, PA |
| Pembimbing 3 | Drs. Moh. Imron, M.Si |
| Tahun | 2012 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |