Artikel Ilmiah : H1B018077 a.n. ABDURRAHMAN AL-FAYYAD MUBARAK

Kembali Update Delete

NIMH1B018077
NamamhsABDURRAHMAN AL-FAYYAD MUBARAK
Judul ArtikelANALISIS KERUGIAN DAN PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DAN GENANGAN DI PESISIR UTARA JAWA (STUDI KASUS: KECAMATAN GENUK)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non_alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana banjir dapat terjadi karena berbagai macam penyebab, seperti tingginya curah hujan, buruknya sistem drainase, sampah yang tidak dikelola dengan baik, erosi dan sedimentasi tanah, dataran rendah, dll. Salah satu daerah yang sering dilanda banjir adalah Kecamatan Genuk yang berada di sebelah timur laut Kota Semarang, kecamatan yang memiliki luas wilayah sebesar 24,542 km2 ini selalu dilanda banjir setiap tahunnya, baik banjir air maupun banjir rob. Banjir rob sendiri disebabkan oleh pasangnya air laut hingga meluap dan menggenangi daratan pesisir yang memiliki elevasi rendah. Banjir dengan skala besar seperti banjir bandang dapat menyebabkan kerugian yang besar juga, seperti rusaknya sarana dan prasarana, terhambatnya jalur transportasi, kerugian ekonomi dll. Selain banjir, Kecamatan Genuk juga mengalami permasalahan lain yaitu genangan, genangan sendiri disebabkan oleh air hujan yang tidak mengalir ke saluran drainase namun terjebak pada suatu cekungan permukaan. Genangan memang tidak menimbulkan kerusakan langsung seperti banjir, namun genangan tetap menimbulkan kerugian kepada masyarakat. Genangan dapat menjadi tempat tinggal nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah, selain itu penyakit lain yang sering muncul akibat banjir dan genangan adalah malaria, diare, flu dll. Melihat dari besarnya dampak kerugian yang ditimbulkan kepada masyarakat, maka diperlukan analisa kerugian yang ditimbulkan serta pemetaan untuk menentukan lokasi rawan banjir dan genangan di Kecamatan Genuk sebagai upaya mitigasi bencana alam yang lebih optimal, seperti pengembangan sistem drainase, pengolahan sampah, dan juga penanaman mangrove di pesisir pantai.
Abtrak (Bhs. Inggris)Disaster is an event or series of events that threatens and disrupts people's lives and livelihoods caused both by natural factors and/or non-natural factors as well as human factors resulting in human casualties, environmental damage, loss of property, and psychological impacts. Flood disasters can occur due to various causes, such as high rainfall, poor drainage systems, waste that is not managed properly, soil erosion and sedimentation, lowlands, etc. One area that is frequently hit by floods is the Genuk Sub-District which is in the northeast of Semarang City, the sub-district which has an area of 24,542 km2 is always hit by floods every year, both water floods and tidal floods. The tidal flood itself is caused by the rising of seawater so that it overflows and inundates the coastal land which has a low elevation. Large-scale floods such as flash floods can also cause large losses, such as damage to facilities and infrastructure, obstruction of transportation routes, economic losses, etc. Apart from flooding, Genuk District also experienced another problem, namely inundation, the inundation itself was caused by rainwater that did not flow into the drainage channel but was trapped in a surface basin. Puddles do not cause direct damage like floods, but inundation still causes losses to the community. Puddles can become a place for the Aedes Aegypti mosquito to live, which carries the dengue virus that causes dengue fever. In addition, other diseases that often arise due to flooding and inundation are malaria, diarrhea, flu, etc. Seeing the magnitude of the impact of losses incurred on the community, it is necessary to analyze the losses incurred and map to determine locations prone to flooding and inundation in Genuk District as a more optimal natural disaster mitigation effort, such as developing drainage systems, waste processing, and also planting mangroves in Coast.
Kata kuncianalisis kerugian, pemetaan daerah rawan banjir dan genangan, kecamatan genuk
Pembimbing 1Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Dr.Ing Suroso, S.T., M.Sc
Pembimbing 3-
Tahun2023
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2023-02-16 15:26:10.877706
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.