Artikel Ilmiah : F1A018078 a.n. GALUH AJENG PUSPARINI

Kembali Update Delete

NIMF1A018078
NamamhsGALUH AJENG PUSPARINI
Judul ArtikelMINIMALISASI GENDER GAP PADA KONDISI SOSIAL EKONOMI
PENDUDUK LANJUT USIA DI INDONESIA TAHUN 2020 MELALUI
KEBERADAAN ACTIVE AGEING
Abstrak (Bhs. Indonesia)Peningkatan jumlah penduduk lansia merupakan salah satu dampak dari
keberhasilan Pemerintah dalam melaksanakan Pembangunan
Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menggambarkan serta
memetakan gender gap kondisi sosial ekonomi antara lansia perempuan dan lakilaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dengan
menganalisis tabel data yang diambil dari publikasi Badan Pusat Statistik
berjudul "Statistik Penduduk Lanjut Usia 2020". Hasil dari penelitian
ditemukan adanya gender gap antara lansia laki - laki dan perempuan dengan sex
ratio 94 yang berarti dalam 100 penduduk lansia perempuan terdapat 94 lansia
laki-laki. Beberapa wilayah dengan gender gap paling tinggi yaitu, Sulawesi
Selatan, Sumatera Utara, dan DIY. Perbedaan perlakuan akibat adanya budaya
patriarki berpengaruh pada keadaan sosial ekonomi lansia perempuan di masa
sekarang. Pendidikan yang rendah berdampak pada kualitas pengetahuan lansia
perempuan, data BPS menunjukan bahwa 54,56% lansia perempuan tidak
tamat SD, sedangkan lansia laki-laki hanya sebesar 37,55%. Rendahnya
pendidikan lansia perempuan menjadikan Lansia perempuan memiliki sosial
ekonomi yang lemah dibanding laki – laki. Hal ini dapat terlihat dari upah yang
diterima Lansia perempuan berkisar 1.009.000, berbeda dengan Lansia laki-laki
sebesar 1.726.000. Namun demikian gender gap ini bervariasi antar wilayah.
Ironisnya dimana proporsi lansia perempuan tinggi, di situ terjadi gender gap
cenderung tinggi. Upaya untuk meminimalkan gender gap dilakukan dengan
mewujudkan Active Ageing (lansia aktif) dengan program-program
pemberdayaan yang dikordinasi antar kementerian agar lansia Indonesia,
khususnya lansia perempuan dapat memperbaiki kehidupannya menjadi lebih
sejahtera.
Abtrak (Bhs. Inggris)An increase in the number of older adults is one of the impacts the
success of the Government in carrying out Development
National. Describe and
mapp the gender gap in socio-economic conditions between older women and men. This research uses a secondary data analysis method with
analyzed data tables taken from the Central Bureau of Statistics
entitled "Elderly Population Statistics 2020". Results of the study
found a gender gap between older men and women with a sex
ratio of 94 which means that in 100 female elderly residents, there are 94 older man. Some of the regions with the highest gender gap are Sulawesi
South, North Sumatra, and DIY. Differences in treatment due to cultural
patriarchy influenced the socioeconomic conditions of older women in the past
Now. Low education has an impact on the quality of knowledge of older
women, BPS data shows that 54.56% of elderly women do not
graduate from elementary school, while the number of elderly men was only 37.55%. The low
education for elderly women makes elderly women have social life
weaker economy than men. This can be seen from the wages
received by elderly women, around 1,009,000, in contrast to the elderly men
at 1,726,000. However, this gender gap varies between regions.
Ironically, where the proportion of older women is high, there is a gender gap
tend to be high. Efforts to minimize the gender gap are carried out by:
realizing Active Aging (active elderly) with programs
empowerment coordinated between ministries so that the Indonesian elderly,
especially older women can improve their lives to be more
prosperous.
Kata kunciLansia, Gender gap, Perempuan.
Pembimbing 1Dr. Soetji Lestari, M.Si
Pembimbing 2Dra. Endang Dwi S, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-02-16 12:45:28.696344
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.