Artikel Ilmiah : D1A016176 a.n. ANANG PAMUJI

Kembali Update Delete

NIMD1A016176
NamamhsANANG PAMUJI
Judul ArtikelPENGARUH KOMPOSISI SUSU SKIM DAN RINGER LAKTAT SEBAGAI PENGENCER SEMEN DENGAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak
Anang Pamuji. Pendahuluan. Penelitian dilakukan di Laboraorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Terapan, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan dilaksanakan mulai tanggal 25 Agustus sampai 30 Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan komposisi susu skim dengan ringer laktat sebagai pengencer semen serta lama penyimpanan semen terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa ayam kampung (Gallus domesticus). Materi dan Metode. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 12 ekor ayam kampung jantan (Gallus domesticus) dengan umur 1 – 1,5 tahun, susu skim, ringer laktat, aquabidest, pakan dengan pemberian 150g/ekor/hari, dan minum yang diberikan secara ad libitum. Rancangan penelitian. Rancangan Penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis variansi Split Plot Design dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) sebagai uji lanjut dengan faktor R yaitu komposisi pengencer susu skim dan ringer laktat (R0=100% susu skim + 0% ringer laktat, R1=90% susu skim +10% ringer laktat, R2=80% susu skim + 20% ringer laktat, R3=70% susu skim + 30% ringer laktat) dan faktor Q yaitu lama penyimpanan semen pada suhu 4oC (Q1=0 jam, Q2=3 jam, Q3=6 jam, Q4=9 jam) masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Hasil. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan tidak adanya interaksi antar faktor R dan faktor Q terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa ayam kampung. Faktor Q berpengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam kampung tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap abnormalitasnya, pada faktor R menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas spermatozoa ayam kampung tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap viabilitas dan abnormalitas ayam kampung. Berdasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan komposisi susu skim dengan ringer laktat sebagai pengencer semen yang disimpan dalam suhu 4oC hingga 9 jam memiliki kualitas baik dan layak digunakan untuk inseminasi buatan. Kesimpulan. Komposisi 80% susu skim + 20% ringer laktat, mendapatkan persentase paling tinggi pada motilitas dan viabilitas spermatozoa, sedangkan persentase abnormalitas spermatozoa paling rendah pada perlakuan 100% susu skim + 0% ringer laktat.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
Anang Pamuji. Introduction. The research was conducted at the Applied Animal Physiology and Reproduction Laboratory, Faculty of Animal Science, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, from 25 to 30 August 2022. This study aims to determine the effect of using the composition of skim milk with lactated ringer as semen diluent and the duration of semen storage on the motility, viability and abnormality kampung rooster spermatozoa (Gallus domesticus). Materials and Methods. The materials used in this study were 12 kampung rooster (Gallus domesticus), aged 1-1.5 years, fed skim milk, lactated ringer, Aquabidest, feed at 150g/head/day and water ad libitum. Study Design. Research design. This study used a split-plot design with analysis of variance and the Honest Real Difference test (HSD) as a further test with factor R, namely the composition of skimmed milk diluent and lactated ringer (R0 = 100% skimmed milk + 0% lactated ringer, R1=90% skimmed milk + 10% lactated ringer, R2=80% skimmed milk + 20% lactated ringer, R3=70% skimmed milk + 30% lactated ringer) and factor Q, which is the duration of semen storage at 4oC (Q1=0 hours, Q2=3 hours, Q3=6 hours, Q4=9 hours), each treatment was repeated 6 times. Results. The results showed no interaction between R factor and Q factor on motility, viability and abnormality of kampung rooster spermatozoa. The Q factor has a significant effect on motility and viability of kampung rooster spermatozoa but has no significant effect on their abnormality, the R factor shows a significant effect (p <0.05) on motility of kampung rooster spermatozoa but has no significant effect (p>0.05) on viability and abnormality of kampung rooster. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of skimmed milk with lactated ringer as a semen diluent stored at 4oC for up to 9 hours is of good quality and suitable for artificial insemination. Conclusion. The composition of 80% skimmed milk + 20% lactated ringer, obtained the highest percentage of motility and viability of spermatozoa, while the lowest percentage of spermatozoa abnormalities in the treatment of 100% skimmed milk + 0% lactated ringer.
Kata kunciKata kunci : ayam kampung, spermatozoa, komposisi pengencer, lama penyimpanan, susu skim, ringer laktat, motilitas, viabilitas, abnormalitas
Pembimbing 1Prof. Ir. Dadang Mulyadi Saleh, M.S., M.Agr.Sc., Ph.D. IPU
Pembimbing 2Nu'man Hidayat, S.Pt., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-02-09 19:54:00.669059
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.