Artikel Ilmiah : E1A018125 a.n. YAKA DAMPAKA

Kembali Update Delete

NIME1A018125
NamamhsYAKA DAMPAKA
Judul ArtikelPERAN UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPTD PPA) DALAM MENANGANI KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi di UPTD PPA Kab.Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UPTD PPA dalam menangani KDRT di Kabupaten Banyumas serta faktor-faktor apa saja yang cenderung memengaruhi peran UPTD PPA dalam menangani KDRT di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data secara kualitatif model analisis isi. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil : Pertama, peran UPTD PPA Kabupaten Banyumas dalam menangani kasus KDRT di Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan Pasal 5 jo. Pasal 6 Peraturan Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah PPA. Dibuktikan dengan ditanganinya 46 kasus KDRT sepanjang tahun 2021. Adapun peran yang dilakukan oleh UPTD PPA Kabupaten Banyumas adalah Pengaduan masyarakat, Penjangkauan korban, Pengelolaan kasus, Penampungan sementara, Mediasi, dan Pendampingan korban. Kedua, faktor-faktor yang cenderung memengaruhi peran UPTD PPA dalam menangani KDRT Kabupaten Banyumas terdiri dari faktor pendukung dan penghambat, faktor pendudukung seperti tersedianya dana, petugas yang sudah memiliki pengetahuan dan terliterasi tentang gender dengan baik, sebagian masyarakat sudah terliterasi tentang KDRT. Sementara faktor penghambat seperti pandangan patriarkis masyarakat terhadap KDRT, kurangnya SDM petugas, intimidasi dari pelaku, birokrasi yang berbelit.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the role of UPTD PPA in handling domestic violence in Banyumas Regency and what factors tend to influence the role of UPTD PPA in handling domestic violence in Banyumas Regency. This research is a qualitative research with empirical juridical approach method and descriptive research specification. The types of data used are primary data obtained from interviews and secondary data obtained from literature studies. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text with qualitative data analysis methods content analysis model. Based on the research results obtained: First, the role of UPTD PPA Banyumas Regency in handling domestic violence cases in Banyumas Regency is in accordance with Article 5 jo. Article 6 of the Minister of Women and Child Protection Regulation No. 4/2018 concerning the Establishment of the PPA Regional Technical Implementation Unit. This is evidenced by the handling of 46 domestic violence cases throughout 2021. The roles carried out by the UPTD PPA of Banyumas Regency are community complaints, victim outreach, case management, temporary shelter, mediation, and victim assistance. Second, the factors that tend to influence the role of UPTD PPA in handling domestic violence in Banyumas Regency consist of supporting and inhibiting factors, supporting factors such as the availability of funds, officers who are already knowledgeable and well-literate about gender, some people are already literate about domestic violence. Whereas inhibiting factors such as the patriarchal view of society towards domestic violence, lack of human resources, intimidation from the perpetrator, complicated bureaucracy.
Kata kunciPeran; UPTD PPA; KDRT; Faktor Pendukung; Faktor Penghambat
Pembimbing 1Prof.Tri Lisiani Prihatinah,S.H.,M.A.,Ph.D.
Pembimbing 2Alef Musyahadah Rahmah,S.H.,M.H.
Pembimbing 3Ulil Afwa,S.H.,M.H.
Tahun2023
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2023-02-07 15:52:00.944717
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.