Artikel Ilmiah : C1A018004 a.n. YAYAN ADITYA

Kembali Update Delete

NIMC1A018004
NamamhsYAYAN ADITYA
Judul ArtikelAnalisis Ekonomi Dan Strategi Pengembangan Usahatani Jagung Hibrida Di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Komoditas jagung merupakan komoditas utama sebagai sumber tanaman pangan dan pakan. Saat ini, permintaan jagung yang tinggi dipicu oleh kebutuhan pakan ternak, sementara ketersediannya masih terbatas. Jagung hibrida merupakan jagung yang digunakan sebagai pakan dan dikembangkan di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Jagung hibrida memiliki keunggulan dibandingkan dengan jagung jenis lainnya, namun keterbatasan sumber daya manusia, biaya, dan peralatan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas panen yang dihasilkan. Hal ini membuat biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk (1) Menganalisis besarnya pendapatan, keuntungan dan efisiensi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kembaran (2) Menganalisis faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kembaran (3) Memformulasikan alternatif strategi yang dapat diberikan untuk pengembangan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kembaran.
Teknik analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, keuntungan, tingkat harga serta analisis IFE, EFE dan Matriks IE. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa (1) Rata-rata pendapatan sebesar Rp. 23.866.483,52 dengan keuntungan sebesar Rp. 10.488.186 dan sudah efisien dengan R/C ratio sebesar 1,78. Secara keseluruhan usahatani jagung hibrida telah mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp. 11.470.893,68 (2) Hasil analisis IFE menunjukkan total skor sebesar 3,206, yang mana cukup kuat dan mampu memanfaatkan kekuatan dan mengantisipasi kelemahan internal. Kemudian total skor EFE sebesar 3,588, yang mana cukup efektif untuk memanfaatkan peluang dan meminimalkan ancaman dari lingkungan eksternal (3) Hasil matriks IE terletak pada sel I, strategi alternatif yang dapat diterapkan adalah strategi pertumbuhan dan pembangunan yang meliputi strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) dan strategi integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal).
Berdasarkan pengembangan strategi yang dilakukan, implikasi dari penelitian ini adalah (1) Peningkatkan produktivitas baik secara kualitas maupun kontinuitas agar usaha yang dijalankan semakin efisien dan menguntungkan serta mencapai titik impas (2) Memanfaatkan kelompok tani untuk meningkatkan ketrampilan, kemampuan dan pengetahuan dalam berusahatani seperti dengan pengadaan workshop dan sekolah tani, serta sosialisasi yang kuat terkait regenerasi bagi sumberdaya petani (3) Mengikuti info mengenai cuaca, mampu beradaptasi dan mempersiapkan cara untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim (4) Membentuk kelembagaan untuk memadahi dan memfasilitasi pemasaran jagung hibrida.
Abtrak (Bhs. Inggris)Corn is the main commodity as a source of food and feed crops. Currently, the high demand for corn is triggered by the need for animal feed, while its availability is still limited. Hybrid corn is corn that is used as feed and developed in the District of Kembaran, Banyumas Regency. Hybrid corn has advantages compared to other types of corn, but limited human resources, costs, and equipment greatly affect the quality and quantity of crops produced. This makes the costs incurred are not proportional to the income generated. The aims of this study were to (1) analyze the amount of income, profits and efficiency of hybrid corn farming in the District of Kembaran (2) analyze the factors that become strengths, weaknesses, opportunities and threats of hybrid corn farming in the district of Kembaran (3) formulate alternative strategies that can be given for the development of hybrid corn farming in the District of Kembaran.
The analysis technique used is the analysis of income, profits, price levels and analysis of IFE, EFE and IE Matrix. The results of the analysis show that (1) The average income is Rp. 23,866,483.52 with a profit of Rp. 10,488,186 and is efficient with an R/C ratio of 1.78. Overall, the hybrid corn farming has reached the Break Even Point (BEP) at a price of Rp. 11,470,893.68 (2) The results of the IFE analysis show a total score of 3.206, which is strong enough and able to take advantage of strengths and anticipate internal weaknesses. Then the total EFE score is 3.588, which is effective enough to take advantage of opportunities and minimize threats from the external environment (3) The results of the IE matrix are located in cell I, alternative strategies that can be applied are growth and development strategies which include intensive strategies (market penetration, development market and product development) and integrative strategies (backward integration, forward integration and horizontal integration).
Based on the strategy development carried out, the implications of this research are (1) Increasing productivity both in quality and continuity so that the business is carried out more efficiently and profitably and achieves a break-even point (2) Utilizing farmer groups to improve skills, abilities and knowledge in farming such as by organizing workshops and farming schools, as well as strong outreach related to regeneration for farmer resources (3) Following information about the weather, being able to adapt and preparing ways to deal with the impacts of climate change (4) Forming institutions to accommodate and facilitate the marketing of hybrid corn.
Kata kunciPendapatan, Efisiensi, Break Even Point, IFE, EFE, IE
Pembimbing 1Drs. Rakhmat Priyono, M.E
Pembimbing 2Dr. Barokatuminalloh, S.E, M.Sc
Pembimbing 3Drs. Goro Binardjo, M.Si
Tahun2023
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2023-02-06 12:47:00.958302
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.