Artikel Ilmiah : B1A018019 a.n. ANNISA NURUL FITRI

Kembali Update Delete

NIMB1A018019
NamamhsANNISA NURUL FITRI
Judul ArtikelStudi Populasi Ikan Brek (Barbonymus balleroides) di Waduk PB. Soedirman
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ikan brek (Barbonymus balleroides Val. 1842) merupakan ikan spesies asli di Waduk PB. Soedirman yang banyak dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini cenderung mengalami penurunan akibat penangkapan. Penurunan ikan brek terjadi di Waduk Cirata, tahun 2014 ditemukan sebanyak empat belas individu dan tahun 2015 sebanyak sembilan individu. Penurunan populasi ikan brek dikhawatirkan terjadi pula di Waduk PB. Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek populasi dari ikan brek berupa kelimpahan, rasio kelamin, sebaran ukuran panjang dan berat ikan brek antar zona di Waduk PB. Soedirman. Perubahan kondisi lingkungan waduk juga berpengaruh terhadap populasi ikan brek, maka dari itu perlu mengkaji hubungan kualitas air dengan kelimpahan ikan brek di Waduk PB. Soedirman.
Penelitian dilakukan di Waduk PB. Soedirman dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September, November 2021, dan Januari 2022 menggunakan teknik purposive random sampling. Kelimpahan ikan brek dianalisis dengan uji ANOVA, rasio kelamin dianalisis dengan uji Chi Square, sebaran ukuran dikelompokkan dengan distribusi frekuensi, dan hubungan kualitas air dengan kelimpahan dianalisis dengan uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian diperoleh kelimpahan ikan brek antarzona paling banyak ditemukan di zona inlet sebanyak 67 individu. Rasio kelamin ikan brek jantan dan betina 3,7 : 1, namun belum dapat merepresentasikan rasio kelamin ikan brek yang sebenarnya. Sebaran ukuran didominansi oleh ikan brek muda di zona inlet dengan kisaran ukuran panjang 6,2 – 8,32 cm dan berat 2,0 – 21,0 gram. Parameter O2 paling berkorelasi dengan kelimpahan ikan brek, namun hasil ini tidak representatif sehingga tidak dapat digunakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Brek fish (Barbonymus balleroides Val. 1842) is a native fish species in the PB Reservoir. Soedirman which is widely used as consumption fish. This fish tends to experience a decrease due to fishing. The decline in brek fish occurred in the Cirata Reservoir, in 2014 fourteen individuals were found and in 2015 nine individuals were found. It is feared that the decline in brek fish population will also occur in the PB Reservoir. Sudirman. This study aims to examine population aspects of brek fish in the form of abundance, sex ratio, distribution of size length and weight of brek between zones in the PB Reservoir. Sudirman. Changes in the environmental conditions of the reservoir also affect the brek population, therefore it is necessary to examine the relationship between water quality and the abundance of brek fish in the PB Reservoir. Sudirman.
The research was conducted in the PB Reservoir. Soedirman by using the survey method. Sampling was carried out in September, November 2021 and January 2022 using a purposive random sampling technique. Brek abundance was analyzed by ANOVA test, sex ratio was analyzed by Chi Square test, the distribution of frugal size by frequency distribution, and the relationship between air quality and lure was analyzed by Pearson's Correlation test. The research results obtained limited the most interzone brek fish to be found in the entry zone as many as 67 individuals. The sex ratio of male and female brek fish is 3.7 : 1, but it cannot yet represent the actual sex ratio of brek fish. Size distribution is dominated by young brek in the inlet zone with a size range of 6.2 – 8.32 cm in length and 2.0 – 21.0 gram in weight. The O2 parameter is most correlated with limiting brek fish, but this result is not representative so it cannot be used.
Kata kunciikan brek, korelasi, kualitas air, populasi, Waduk PB. Soedirman
Pembimbing 1Dra. Siti Rukayah, M.Si.
Pembimbing 2Dr. rer. nat. W. Lestari, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2023-01-29 18:04:00.978212
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.