Artikel Ilmiah : B1A018038 a.n. INDRI NUR AZIZAH
| NIM | B1A018038 |
|---|---|
| Namamhs | INDRI NUR AZIZAH |
| Judul Artikel | KELIMPAHAN DAN SEX RASIO IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch) DI PERAIRAN RAWA DESA JATIJAJAR KABUPATEN KEBUMEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ikan betok (Anabas testudineus Bloch) merupakan salah satu jenis ikan penghuni perairan alami Indonesia yang berhabitat di rawa banjiran. Secara umum ikan ini digolongkan ke dalam kelompok air breathing fish, memiliki labyrinth sebagai alat pernafasan tambahan. Permintaan masyarakat terhadap ikan betok relatif tinggi dan cenderung terus meningkat dengan pertambahan penduduk. Hingga saat ini, pemenuhan permintaan pasar akan ikan tersebut masih sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan betok, mengetahui sebaran ukuran panjang dan berat tubuh ikan betok, serta mengetahui sex rasio ikan betok yang berada di perairan rawa Desa Jatijajar Kabupaten Kebumen. Penelitian dilakukan pada bulan Juni - September 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dengan pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling pada 5 stasiun dengan 4 kali ulangan. Interval pengambilan dilakukan setiap 1 bulan sekali. Alat tangkap yang digunakan berupa jaring (10 x 1 m) mesh size 1 inchi dan pancing jorang yang digunakan oleh nelayan setempat. Variabel penelitian meliputi kelimpahan ikan, sebaran ukuran ikan, dan sex rasio ikan betok, serta variabel pendukung berupa kualitas air, dengan parameter yang diukur berupa meliputi jumlah ikan, panjang dan berat ikan, jumlah ikan jantan dan ikan betina, serta parameter pendukung: suhu, pH, kedalaman, kecerahan, oksigen terlarut dan karbondioksida bebas. Data kelimpahan di analisis secara statistik menggunakan Kruskal-Wallis, ukuran pertama kali matang gonad, dan sex rasio ikan betok menggunakan metode Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sampel ikan betok yang diperoleh dari lima stasiun sebanyak 58 ekor, memiliki nilai kelimpahan yang sama pada kelima stasiunnya. Sebaran ukuran panjang ikan betok berkisar 6,15-16,71 cm dan berat 5,35-71,91 g. Ikan betok betina pertama kali matang gonad pada ukuran 6,64 cm, sedangkan ikan betok jantan pada ukuran 8,15 cm. Terdapat 7 kelompok ukuran panjang dengan frekuensi ikan terbesar didapatkan pada ukuran 9,17-10,67 cm. Sex rasio ikan betok jantan dan betina adalah 1:1,6. Jumlah ikan betok betina lebih banyak daripada ikan betok jantan. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai data dasar, untuk upaya pelestarian ikan betok di alam dan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Ikan betok yang banyak tertangkap sudah matang gonad. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The betok fish (Anabas testudineus Bloch) is a type of fish that inhabits natural waters in Indonesia which lives in flooded swamps. In general, these fish are classified into the group of water-breathing fish, which have a labyrinth as a breathing apparatus. Public demand for betok fish is relatively high and tends to continue to increase with population growth. Until now, fulfilling market demand for these fish is still completely dependent on catches in nature. This study aims to determine the abundance of betok fish, determine the size distribution of the length and body weight of the parrot fish, and determine the sex ratio of the parrot fish in the swamp waters of Jatijajar Village, Kebumen Regency. The research was conducted in June - September 2021. The research method used was a survey with purposive random sampling at 5 stations with 4 replications. The collection interval is done once every 1 month. The fishing gears used are nets (10 x 1 m) mesh size 1 inchi and jorang fishing rods used by local fishermen. The research variables included fish abundance, fish size distribution, and sex ratio of betok fish, as well as supporting variables in the form of water quality, with parameters measured including the number of fish, length and weight of fish, number of male and female fish, and supporting parameters: temperature, pH, depth, brightness, dissolved oxygen and free carbon dioxide. Data on abundance were statistically analyzed using Kruskal-Wallis, size at first maturity, and sex ratio of parrotfish using the Mann-Whitney method. The results showed that the number of betok fish samples obtained from five stations was 58 individuals, having the same abundance value at the five stations. The length distribution of the betok fish ranges from 6.15-16.71 cm and weighs 5.35-71.91 g. The female parrot fish first matured at a size of 6.64 cm, while the male parrot fish at a size of 8.15 cm. There are 7 length size groups with the highest frequency of fish found at 9.17-10.67 cm. The sex ratio of male and female parrots is 1:1.6. The number of female parrots is more than the males. The benefits of this research are as basic data, for efforts to preserve betok fish in nature and can be used optimally and sustainably. The gonads that are mostly caught are mature. |
| Kata kunci | Anabas testudineus, kelimpahan, sebaran ukuran, sex rasio. |
| Pembimbing 1 | Dra. Nuning Setyaningrum, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Drs. Priyo Susatyo, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2023-01-05 12:33:34.538922 |