Artikel Ilmiah : F1C018028 a.n. FLORISKA HANIFAH

Kembali Update Delete

NIMF1C018028
NamamhsFLORISKA HANIFAH
Judul ArtikelPesan Sufistik Novel Wayang "Rahuvana Tattwa" Karya Agus Sunyoto (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan yang terdiri dari unsur-unsur mulai dari komunikator, pesan atau informasi, saluran atau media, dan komunikan. Media komunikasi bermacam-macam salah satunya menggunakan karya sastra. Karya sastra yang dipilih oleh peneliti berupa novel epik berjudul “Rahuvana Tattwa” karya Agus Sunyoto yang merepresentasikan Rahwana bukan sebagai tokoh jahat tetapi seorang maharaja yang sangat dicintai oleh rakyatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan sufistik yang tersirat di dalam isi novel melalui pemikiran tasawuf yang mampu menjadi nilai penting dalam kehidupan. Sufistik mengajarkan seseorang untuk melihat permasalahan dari sudut hati dan jiwa yang bersih, karena ajaran sufi bertujuan untuk memperoleh kemulian di dunia dan di akhirat dengan menjalankan syariat Tuhan dan meninggalkan larangannya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yang melihat realitas sosial sebagai suatu yang kompleks, utuh, dinamis dan penuh makna. Analisis pada penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Untuk ketajaman analisa, peneliti menggunakan metode semiotika berdasarkan pemikiran Ferdinand de Saussure. Inti dari pembahasan teori menurut Saussure adalah bahwa bahasa merupakan sistem dari tanda dan setiap tanda memiliki dua unsur yaitu penanda (signifier) dan petanda (signified). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Rahwana adalah Maharaja Alengka dari keturuanan Rakhsasa sebagai pelindung dunia bawah dari golongan asura. Ia menculik Sita bukan karena berniat buruk tetapi sebagai bentuk baktinya kepada Sri, Dewi Bumi karena itu Sita ditempatkan di tempat yang paling indah dan mulia di Alengka. Kebaikan dan keburukan adalah suatu hal yang tidak dapat disipisahkan. Semua yang berlawanan akan terlihat sebagai oposisi dalam takaran manusia tetapi bisa sama dalam pandangan Tuhan. Karena sebuah keburukan bisa jadi akan mengandung unsur kebaikan, begitu juga sebuah kebaikan bisa jadi di sisi lain akan mengandung unsur kebaikan di dalamnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Communication is the process of delivering messages consisting of elements ranging from communicators, messages or information, channels or media, and communicants. There are various communication media, one of which is using literature. The literary work chosen by the researcher is an epic novel entitled "Rahuvana Tattwa" by Agus Sunyoto which represents Rahwana not as an vicious character but as a maharaja who is much beloved by his subjects. This study aims to reveal the sufistic message that is implied in the content of the novel through sufism thinking which is able to become an important value in life. Sufism teaches a person to look at problems from the point of a purified heart and soul, in as much as Sufi teachings aim to gain glory in this world and in the hereafter by carrying out God's low and abandoning its prohibitions. This study uses a constructive paradigm that sees social reality as complex, whole, dynamic and full of meaning. The analysis in this study is descriptive qualitative. For sharpness of analysis, the researcher uses a semiotic method based on the thoughts of Ferdinand de Saussure. The essence of the theoretical discussion according to Saussure is that language is a system of signs and every sign has two elements, they are the signifier and the signified. The conclusion of this study is that Ravana is the Maharaja of Alengka from the giant lineage as the protector of the underworld from the Asura group. He kidnapped Sita not because of bad intentions but as a form of devotion to Sri, the Goddess of the Earth because of that Sita was placed in the most beautiful and noble place in Alengka. Good and bad are something that cannot be detached. All opposites will appear as opposition in human terms but can be equal in God's sight. Because a disrepute may contain an element of goodness, as well as a goodness may on the other hand contain an element of disrepute in it.
Kata kunciKomunikasi, Novel, Sufistik, Semiotika, Ferdinand de Saussure
Pembimbing 1Dr. Nana Sutikna, M.Hum
Pembimbing 2Tri Nugroho Adi, S.Sos., M.Si
Pembimbing 3Dr. Edi Santoso, M.Si
Tahun2022
Jumlah Halaman134
Tgl. Entri2022-11-28 14:27:42.997756
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.