| NIM | A1C018025 |
| Namamhs | JANNATA UTSWATUN KHASANAH |
| Judul Artikel | Uji Kinerja Mesin Pengering Gabah Tipe Rotary Berbahan Bakar Gas LPG (Liquified Petroleum Gas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salah satu proses pascapanen padi yang paling penting adalah proses pengeringan gabah sebelum digiling menjadi beras. Faktor yang menjadi kendala dalam pengeringan gabah adalah cuaca yang tidak menentu. Penggunaan mesin pengering gabah rotary dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Mesin rotary memiliki panjang total 11,8 m dan diameter silinder 75 cm dilengkapi dengan PLC (Programmable Logic Controller). Fungsi dari PLC adalah untuk mengatur suhu sesuai dengan kondisi kadar air gabah yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan penelitian ini mengetahui kinerja mesin pengering gabah tipe rotary dalam pengeringan gabah meliputi kapasitas optimum mesin, penurunan kadar air bahan, energi pengeringan, laju pengeringan, dan efisiensi pengeringan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu suhu, massa, waktu, jumlah rpm tuas pemutar, dan kadar air. Kondisi kadar air gabah yang diujikan adalah Kadar Air antara 18%-22% dan suhu termostat antara 50°C-60°C (perlakuan I), Kadar Air antara 23%-27%, dan suhu termostat antara 60°C-70°C (perlakuan II) dengan massa total gabah 500 kg untuk dua kali ulangan. Mesin rotary menghasilkan kapasitas optimum rata-rata 104,02 kg/jam pada perlakuan I dan 111,90 kg/jam pada perlakuan II, Penurunan kadar air pada perlakuan I sebesar 5,92% dan pada perlakuan II sebesar 8,65%, Energi pengeringan rata-rata 188.453,1 kJ pada perlakuan I dan 162.862,7 kJ pada perlakuan II, Laju pengeringan rata-rata 2,71 %bk/jam pada perlakuan I dan 4,47 %bk/jam pada perlakuan II, Efisiensi pengeringan rata-rata 32,67% pada perlakuan I dan 50,92% pada perlakuan II. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | One of the most important postharvest processes for rice is the drying process of grain before it is grinding into the rice. The factor that becomes an obstacle in the drying of grain is erratic weather. The use of rotary grain dryer can be used as an alternative to overcome these problems. The rotary has a total length of 11.8 m and a cylinder diameter of 75 cm and is equipped with a PLC (Programmable Logic Controller). The function of the PLC is to regulate the temperature according to the conditions of the grain moisture content that have been previously set. The purpose of this study was to determine the performance of a rotary in grain drying including the optimum machine capacity, reduction in the moisture content of the material, drying energy, drying rate, and drying efficiency. The research method used was the experimental method. The variables measured in this study were temperature, mass, time, number of rpm of the turning lever, and water content. The condition of the grain moisture content tested was water content between 18%-22% and thermostat temperature between 50°C-60°C (treatment I), moisture content between 23%-27%, and thermostat temperature between 60°C-70° C (treatment II) with a total mass of 500 kg of grain for two replications. The rotary machine produces an average optimum capacity of 104,02 kg/hour in treatment I and 111,90 kg/hour in treatment II, the decrease in water content in treatment I is 5,92% and in treatment II is 8,65%, drying energy is on average 188.453,1 kJ in treatment I and 162.862,7 kJ in treatment II, Drying rate on average 2,71 %wk/hour in treatment I and 4,47 %wk/hour in treatment II, Drying efficiency on average 32,67% in treatment I and 50,92 % in treatment II. |
| Kata kunci | Pengeringan, Rotary, Kadar Air, Gabah |
| Pembimbing 1 | Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP.,M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Mustaufik, S.P.,M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2022-11-19 20:46:05.059601 |
|---|