Artikel Ilmiah : A1A017050 a.n. LULU UN NISA
| NIM | A1A017050 |
|---|---|
| Namamhs | LULU UN NISA |
| Judul Artikel | Kemitraan Petani Singkong Dengan Rumah Mocaf Indonesia di Kabupaten Banjarnegara Berbasis Sosiopreneurship |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Banjarnegara adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi alam yang besar, salah satunya untuk pengembangan pertanian singkong. Petani singkong di Banjarnegara memiliki beberapa permasalahan seperti proses distribusi yang panjang, serta penjualan singkong yang sangat murah. Perlu adanya strategi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas produk dan nilai jual singkong. Rumah Mocaf Indonesia (RMI) merupakan salah satu inovasi usaha di bidang perekonomian dengan mengubah singkong menjadi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Perusahaan ini berbasis sosiopreneurship, dengan melakukan kemitraan dengan para petani dan perajin. Permasalahan yang terjadi yaitu belum semua petani singkong bermitra karena belum mampu memenuhi persyaratan produk yang ditetapkan Rumah Mocaf. Tujuan penelitian dapat mengetahui pola kemitraan dan keterlibatan yang terjalin, menganalisis penerimaan dan pendapatan, mengetahui kontribusi usaha Rumah Mocaf, serta kendala petani dan perajin singkong dalam bermitra. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemilihan sampel didasarkan atas pendapat perusahaan, diperoleh 70 petani dan 71 perajin mitra. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi pustaka. Alat analisis data menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui bentuk keterlibatan petani dan perajin dalam kemitraan dengan Rumah Mocaf Indonesia, Analisis Desktiptif Kuantitatif, untuk mengetahui biaya total, penerimaan dan pendapatan petani serta perajin, serta alat analisis Kontribusi dari Usaha Tepung Mocaf terhadap pendapatan rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kemitraan yang terjalin antara Rumah Mocaf Indonesia dengan petani dan perajin termasuk ke dalam pola kemitraan inti plasma dan pola kemitraan dagang umum. Total rata-rata biaya per petani tahun 2021 sebesar Rp13.224.943. Rata-rata pendapataan per petani tahun 2021 yaitu Rp917.915,00. Biaya rata-rata perajin pertahun sebesar Rp31.173.000,00. Pendapatan perajin mitra Rp445.000,00. Biaya rata-rata perajin purwonegoro pertahun sebesar Rp28.690.500. Pendapatan perajin mitra Rp350.000,00. Total biaya perusahaan pada tahun 2021 sebesar Rp2.321.036.250,00. Total pendapatan perusahaan pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp 868.713.750,00. Hasil data dapat disimpulkan rata-rata kontribusi usahatani Rumah Mocaf Indonesia terhadap pendapatan keluarga petani sebesar 9,58%, dan rata-rata kontribusi usahatani Rumah Mocaf Indonesia terhadap pendapatan keluarga perajin di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2021 sebesar 60,25%. Kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh petani yaitu mengenai iklim dan cuaca, hama dan penyakit serta permasalahan pupuk. Perajin terdapat kendala mengenai iklim dan cuaca, serta perusahaan terdapat kendala mengenai produksi, pemasaran serta pemanfaatan limbah singkong yang masih terus di evaluasi dan didiskusikan. Untuk permasalahan kemitraan kendala utama yaitu masih kurangnya komunikasi antar pelaku kemitraan. Perlu adanya inovasi baru untuk pengembangan usaha, peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak yang bermitra serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan produk Mocaf. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Banjarnegara is one of the districts in Central Java that has great natural potential, one of them is for the development of cassava farming. Cassava farmers in Banjarnegara have several problems such as a long distribution process, very cheap cassava sales, and poor product quality. There needs to be a strategy and innovation to improve product quality and cassava selling value. Rumah Mocaf Indonesia (RMI) is one of the business innovations in the economy by converting cassava into Mocaf flour (Modified Cassava Flour). This company is based on sociopreneurship, by partnering with farmers and craftsmen. The problem that occurs is that not all cassava farmers have partnered with RMI, because they have not been able to meet the product requirements set by RMI. The purpose of the study was to find out the pattern of partnerships and engagements, analyze revenue and income, find out the contribution of Rumah Mocaf's business to partnered cassava farmers, and the constraints of cassava farmers in partnering. The research was conducted in Banjarnegara Regency. The sampling technique used was purposive sampling. The sample selection is based on the company's opinion, obtained 70 farmers and 71 artisan partners. Data collection techniques using interview techniques, observation and literature study. The data analysis tool uses Qualitative Descriptive Analysis to determine the form of involvement of farmers and artisans in partnership with Rumah Mocaf Indonesia, Quantitative Descriptive Analysis, to determine the total cost, income and income of farmers and crafters, as well as an analysis tool of Contribution of Mocaf Flour Business to household income. Based on the results of the study, it is known that the partnership between Rumah Mocaf Indonesia and farmers and crafters is included in the plasma core partnership pattern and the general trade partnership pattern. The total average cost per farmer in 2021 is IDR 13,224,943. The average income per farmer in 2021 is IDR 917,915.00. The average cost per year for craftsmen is Rp. 31,173,000.00. The income of partner craftsmen is IDR 445,000.00. The average cost of Purwonegoro craftsmen per year is Rp. 28,690,500. The income of partner craftsmen is IDR 350,000.00. The company's total cost in 2021 is Rp.2,321,036,250.00. The company's total revenue in 2021 is IDR 868,713,750.00. The results of the data can be concluded that the average contribution of Indonesian Mocaf House farming to the income of farmer families is 9.58%, and the average contribution of Indonesian Mocaf House farming to the income of artisan families in Banjarnegara Regency in 2021 is 60.25%. Constraints or problems faced by farmers are climate and weather, pests and diseases and fertilizer problems. Craftsmen have constraints regarding climate and weather, and companies have obstacles regarding production, marketing and utilization of cassava waste which are still being evaluated and discussed. For partnership problems, the main obstacle is the lack of communication between partnership actors. There is a need for new innovations for business development, improving communication and coordination with all partnering parties and increasing education to the public about the use of Mocaf products. |
| Kata kunci | Kemitraan, singkong, Rumah Mocaf |
| Pembimbing 1 | Ir. Bambang Sumanto, M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc |
| Pembimbing 3 | Dr. Dindy Darmawati Putri, S.P., M.Sc |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 107 |
| Tgl. Entri | 2022-11-17 21:03:53.830115 |