Artikel Ilmiah : J0A019035 a.n. MAWADDAH AGUSTI
| NIM | J0A019035 |
|---|---|
| Namamhs | MAWADDAH AGUSTI |
| Judul Artikel | Translating Rumah Dongeng Mentari’s Local Folklores from Indonesian to English |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Laporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja secara mandiri yang dilaksanakan pada 11 Maret – 7 April 2022. Tujuan pelaksanaan praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan buku-buku dongeng elektronik yang dipublikasikan oleh Rumah Dongeng Mentari, menjelaskan proses penerjemahan yang telah dipelajari sebelumnya, selain itu juga untuk menemukan masalah-masalah dan solusi pada proses penerjemahan. Rumah Dongeng Mentari berkolaborasi dengan Kawan Dongeng Indonesia dan Indika Foundation menerbitkan sepuluh buku dongeng dwibahasa. Cerita tersebut diadaptasi dari berbagai cerita daerah seperti Anteh Si Penjaga Bulan (Jawa Barat), Asal Usul Tari Guel (Aceh), Batu Panjang (Jambi), Biwar Penakluk Naga (Papua), Gajah Wong (Jogjakarta), Ibuanari dan Sagu Bulan (Papua), La Moelu (Sulawesi Tenggara), Perempuan Pembawa Api (Nusa Tenggara Timur), Si Lebai Malang (Sumatra Barat) dan Siuk Bambam Siuk Bimbim (Kalimantan Tengah). Penerjemahan dongeng lokal dapat membantu untuk mengenalkan budaya lokal dan dongeng yang ada di Indonesia kepada pembaca dengan skala yang lebih luas. Sembilan teknik penerjemahan digunakan dalam proses penerjemahan dongeng lokal ini. Teknik tersebut yaitu adaptasi, amplifikasi, peminjaman, kalke, padanan lazim, penerjemahan harfiah, partikularisasi, reduksi dan transposisi. Kendala dalam proses penerjemahan yaitu keterbatasan pengetahuan mengenai bahasa sumber dan bahasa sasaran, struktur bahasa, dan pemahaman terkait dengan kebudayaan. Masalah yang dialami dapat diatasi dengan bimbingan dari dosen-dosen pembimbing dan proofreader yang memberikan saran terkait dengan kesalahan penerjemahan dan pengecekan terjemahan untuk menghasilkan terjemahan yang baik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This final report is based on the independent job training that was conducted on 11 March – 7 April 2022. The purposes of this job training are to translate electronic folklore books published by Rumah Dongeng Mentari, to explain the process of translation that has been learned, moreover to find the obstacles and solutions in the translation process. Rumah Dongeng Mentari collaborated with Kawan Dongeng Indonesia and Indika Foundation to publish ten bilingual Indonesian folklore. The stories are adapted from the original folklore in various regions such as Anteh Si Penjaga Bulan (West Java), Asal Usul Tari Guel (Aceh), Batu Panjang (Jambi), Biwar Penakluk Naga (Papua), Gajah Wong (Jogjakarta), Ibuanari dan Sagu Bulan (Papua), La Moelu (Southeast Sulawesi), Perempuan Pembawa Api (East Nusa Tenggara), Si Lebai Malang (West Sumatra) and Siuk Bambam Siuk Bimbim (Central Kalimantan). Translating local folklore could help to introduce local cultures and Indonesian folklore to readers on a wider scale. Nine translation techniques were used in the translating process of local folklore. The techniques were adaptation, amplification, borrowing, calque, established equivalent, literal translation, particularization, reduction, and transposition. The obstacles in the translation process were limited knowledge about the source language and target language, grammatical rules, and understanding of the cultural context. The problems were solved by the guidance of supervisors and a proofreader in advising for error translating and checking the translation for producing a good translation result. |
| Kata kunci | Penerjemahan, dongeng, teknik penerjemahan |
| Pembimbing 1 | Gigih Ariastuti Purwandari, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 103 |
| Tgl. Entri | 2022-11-16 15:18:14.837185 |