| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pengencer susu skim dan ringer laktat terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung. Materi yang digunakan adalah spermatozoa ayam segar yang berasal dari 12 ekor pejantan ayam kampung dengan umur kisaran 1-1,5 tahun, 60 ekor ayam niaga petelur umur 90 minggu, susu skim, ringer laktat, dan aquadest. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Penelitian ini menggunakan 2 rancangan penelitian, Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk motilitas dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk fertilitas dengan 6 jenis perlakuan. Hasil penelitian dengan perlakuan yang diberikan adalah P0=susu skim; P1=susu skim 20%+ringer laktat 80%; P2=susu skim 60%+ringer laktat 40%; P3=susu skim 40%+ringer laktat 60%; P4=susu skim 20%+ringer laktat 80%; P5=ringer laktat. Hasil penelitian diketahui bahwa kombinasi pengencer susu skim dan ringer laktat menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas. Hasil penelitian yaitu P0=82±2,45% berbeda secara signifikan dengan P1=87,5±2,89%, P3=87±0,82%, P4=88,75±2,22% dan P5=89,75±2,06%. Hasil motilitas P1=86±1,15% tidak berbeda secara signifikan dengan semua perlakuan. Periode penampungan semen menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap motilitas. Hasil periode penampungan semen yaitu 86,66±2,21%, 86.83±1,95%, 85,83±3,02%, 88±4,12%. Kombinasi pengencer susu skim dan ringer laktat menujukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fertilitas. Hasil fertilitas yaitu P0=62,64±23,62%; P1=60,00±12,25%, P2=29,33±34,91%, P3=44,22±26,18%, P4=54,39±28,79%, P5=52,30±35,50%. Kesimpulan penelitian ini adalah pengencer ringer laktat memiliki nilai motilitas tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan nilai fertilitas pada semua perlakuan sama. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this study was to determine the effect of the combination of skim milk diluent and lactate ringer on the motility and fertility of kampung rooster spermatozoa. The material used was fresh chicken spermatozoa from 12 kampung rooster aged 1-1.5 years, 60 commercial laying hens at 90 weeks of age, skim milk, lactate ringer, and destilate water. The method used is the experimental method. This study used 2 research designs, Randomized Block Design (RBD) for motility and Completely Randomized Design (CRD) for fertility with 6 types of treatment. The results of the study with the treatment given were P0 = skim milk; P1=skim milk 20%+lactate ringer 80%; P2=skim milk 60%+lactate ringer 40%; P3=skim milk 40%+lactate ringer 60%; P4=skim milk 20%+lactate ringer 80%; P5 = lactate ringer. The results showed that the combination of skim milk diluent and lactate ringer showed a significant effect (P<0.05) on motility. The results of the study were P0=82±2.45% significantly than P1=87.5±2.89% P3=87±0.82%, P4=88.75±2.22% and P5=89.75 ±2.06%. Motility results P2=86±1.15% were not significantly different from all treatments. Semen collection period showed no significant effect (P>0.05) on motility. The results of the semen collection period were 86.66±2.21%, 86.83±1.95%, 85.83±3.02%, 88±4.12%. The combination of skim milk diluent and lactate ringer showed no significant effect (P>0.05) on fertility. The fertility results were P0=62.64±23.62%; P1=60.00±12.25%, P2=29.33±34.91%, P3=44.22±26.18%, P4=54.39±28.79%, P5=52.30± 35.50%. It can be concluded that lactated ringer solution has the highest for motility, while the value of the fertility in all treatments is the same. |