Artikel Ilmiah : F1A018005 a.n. MUHAMMAD MAHFUDZ ASEGAF

Kembali Update Delete

NIMF1A018005
NamamhsMUHAMMAD MAHFUDZ ASEGAF
Judul ArtikelPERSEPSI ORANG TUA DI DESA KANDANGSERANG, KECAMATAN KANDANGSERANG, KABUPATEN PEKALONGAN TERHADAP KONTEN LGBT DI MEDIA SOSIAL TIK-TOK
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kemajuan teknologi informasi dan semakin canggihnya perangkat-perangkat informasi yang diproduksi oleh industri seolah-olah menghadirkan “dunia dalam genggaman” (Rifa’i & Muhibuddin, 2019). Media sosial hadir dan mengubah paradigma berkomunikasi dimasyarakat saat ini. Komunikasi tak terbatas jarak, waktu, ruang. Bisa terjadi dimana saja, kapan saja, tanpa harus bertatap muka (Hapsari & Pamungkas, 2019). Tik-Tok menjadi salah satu jejaring media sosial yang saat ini sangat digemari oleh seluruh masyarakat. Dalam penyajian kontenya Tik-Tok ini, kurang dapat memfilter isi video dari para konten kreator yang ada. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya konten-konten LGBT yang bermunculan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap konten LGBT di media sosial Tik-Tok. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Pemilihan subyek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Orang tua mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap konten LGBT di media sosial Tik-Tok, di antara persepsinya yaitu menganggap tidak baik jika konten-konten LGBT ada di media sosial terutama Tik-Tok, dimana para orang tua menghawatirkan jika hal tersebut dilihat dan ditiru oleh anak-anaknya serta bertentangan dengan agama, budaya dan negara. Pada intinya orang tua tidak mendukung adanya aktivitas LGBT berupa konten di Tik Tok ataupun di media sosial lainnya, karena memang seluruh aktivitas yang mengandung nilai LGBT sangat tidak bisa dibenarkan dalam sudut pandang apa pun. (2) Orang tua mempunyai langkah-langkah yang berbeda-beda dalam menyikapi konten LGBT di media sosial Tik-Tok, diantaranya mereka memilih untuk mengabaikan konten yang indikasinya mengandung nilai LGBT dan tidak membagikan konten tersebut ke media sosial yang lain. Beberapa orang tua memilih melakukan tindakan dengan langsung memblokir, mereport, melaporkan akun pemilik konten LGBT tersebut. Tidak sedikit juga orang tua yang memberikan pemahaman kepada keluarga mereka jika konten-konten seperti LGBT tidak layak untuk diakses.
Abtrak (Bhs. Inggris)The advancement of information technology and the increasingly sophisticated information devices produced by the industry seem to present the "world in the palm of the hand" (Rifa’i & Muhibuddin, 2019). Social media is present and changes the paradigm of communicating in today's society. Communication is not limited to distance, time, space. It can happen anywhere, anytime, without having to meet face to face (Hapsari & Pamungkas, 2019). Tik-Tok is one of the most popular social media networks today. In presenting this Tik-Tok content, it is less able to filter video content from existing content creators. This can be proven by the number of LGBT content that has sprung up. This study aims to describe parents' perceptions of LGBT content on Tik-Tok social media. The method used is descriptive qualitative method with a phenomenological approach, using observation, semi-structured interviews and documentation. The selection of research subjects using purposive sampling technique.
The results showed that: (1) Parents have different perceptions of LGBT content on Tik-Tok social media, among their perceptions is that they think it is not good if LGBT content is on social media, especially Tik-Tok, where the parents worry if it is seen and imitated by their children and is against religion, culture and country. In essence, parents do not support LGBT activities in the form of content on Tik Tok or on other social media, because indeed all activities that contain LGBT values cannot be justified from any point of view. (2) Parents have different steps in responding to LGBT content on Tik-Tok social media, including they choose to ignore content that indicates that it contains LGBT values and not share the content on other social media. Some parents choose to take action by directly blocking, reporting, reporting the account of the owner of the LGBT content. Not a few parents also provide understanding to their families if content such as LGBT is not worth accessing.
Kata kunciPERSEPSI, TIK-TOK DAN LGBT
Pembimbing 1Joko Santoso
Pembimbing 2Tyas Retno Wulan
Pembimbing 3Wiman Riskidarajat
Tahun2022
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2022-11-08 15:55:21.15156
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.