Artikel Ilmiah : F1D018021 a.n. ICHZA ARDIANSYA
| NIM | F1D018021 |
|---|---|
| Namamhs | ICHZA ARDIANSYA |
| Judul Artikel | GERAKAN PERPAG (PERSATUAN RAKYAT PENYELAMAT KARST GOMBONG) DALAM MELAKUKAN PENOLAKAN TERHADAP PEMBANGUNAN PT. SEMEN GOMBONG DI KABUPATEN KEBUMEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini menjelaskan tentang gerakan PERPAG (Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong) dalam melakukan penolakan terhadap pembangunan PT. Semen Gombong di Kabupaten Kebumen.” Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan paradigma kontruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deksriptif, dalam model analisis penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Haberman. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian divalidasi dengan metode trianggulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan tahap pembangunan PT. Semen Gombong terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pada tahun 1990 hingga 1999 berisi tentang perizinan dan pembangunan pabrik. Tahap ke dua pada tahun 1999 sampai 2011 meliputi penyusunan RKL dan RPL, melakukan pemeliharaan fasilitas pabrik. Kegiatan hingga tahun 1999 berjalan dengan baik, akan tetapi mulai pada tahun 2000 hingga 2011 terkesan stagnan dan ketidakmampuan perusahaan untuk melanjutkan proyek. PERPAG lahir sebagai gerakan sosial untuk menyelamatkan lingkungan KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst Gombong) Selatan, terutama kepedulian masyarakat oleh kebutuhan air. Strategi yang dilakukan PERPAG adalah strategi keterlibatan kritis (critical engagement). Keberhasilan gerakan PERPAG antara lain sukses melakukan gerakan penghijauan di tahun 2015 dan 2016, berhasil menggagalkan pengesahan AMDAL PT. Semen Gombong tahun 2016 dan menggagalkan perpanjangan IUP (Izin Usaha Pertambangan) PT. Semen Gombong pada tahun 2018. Pada tahun 2019 berhasil memperoleh temuan baru tentang aliran sungai bawah tanah dan memenangkan Bapak Samtilar sebagai Kepala Desa Sikayu periode 2019-2025. Hambatan PERPAG juga sering terjadi seperti pada awal pembentukan gerakan yaitu susahnya meyakinkan gerakan penolakan PT. Semen Gombong ke masyarakat Desa Sikayu, sering terhambatnya pendanaan organisasi dikarenakan iuran anggota yang sering tidak berjalan, adanya pandemi COVID-19 dan sulit untuk melakukan permohonan izin ke pemerintah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study describes the PERPAG movement (Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong) in rejecting the development of PT. Semen Gombong in Kebumen Regency.” The research method used is a qualitative method with a constructivism paradigm and a case study approach. This study also uses descriptive qualitative analysis techniques, in this research analysis model using Miles and Haberman's interactive analysis model. The selection of informants in this study used purposive sampling. Collecting data using observation, interview and documentation methods, then validated by data triangulation method. The results of this study indicate the development stage of PT. Semen Gombong is divided into two stages. Phase I from 1990 to 1999 contained permits and factory construction. Phase II from 1999 to 2011 includes the preparation of RKL and RPL, repair and maintenance of factory facilities. Activities until 1999 went well, but from 2000 to 2011 the activities carried out seemed stagnant and the company's inability to continue the project. PERPAG was born as a social movement to save the South KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst) environment, especially the public's concern for water needs. The strategy carried out by PERPAG is a critical engagement strategy. The success of the PERPAG movement, among others, succeeded in carrying out the reforestation movement in 2015 and 2016, successfully thwarting the ratification of the AMDAL PT. Semen Gombong in 2016 and failed to extend the IUP (Izin Usaha Pertambangan) PT. Semen Gombong in 2018. In 2019 succeeded in obtaining new findings about underground river flows and won Mr. Samtilar as Sikayu Village Head for the 2019-2025 period. PERPAG obstacles also often occur, such as at the beginning of the formation of the movement, namely the difficulty of convincing the PT. Semen Gombong to the people of Sikayu Village, organizational funding is often hampered due to membership fees that often do not run, the COVID-19 pandemic and it is difficult to apply for permits to the government. |
| Kata kunci | Gerakan Sosial, Penolakan, PERPAG, PT. Semen Gombong |
| Pembimbing 1 | Drs. Bambang Suswanto, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 3 | Drs. Syah Firdaus, M. Si. |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2022-11-03 08:47:47.00562 |