Artikel Ilmiah : F1B018076 a.n. WINDA ELLEN NATASYA

Kembali Update Delete

NIMF1B018076
NamamhsWINDA ELLEN NATASYA
Judul ArtikelImplementasi Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) (Studi Kasus Pada Pegawai Harian Lepas (PHL) yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bantuan subsidi upah (BSU) merupakan salah satu implementasi program yang dilakukan pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Program ini bertujuan untuk memberikan atau mendukung kebijakan keuangan negara sebagai penanganan pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 hingga sekarang. Program ini diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi mengenai implementasi program Bantuan Subsidi Upah (BSU) (Studi Kasus Pada Pegawai Harian Lepas (PHL) yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Dan UKM Kabupaten Banyumas). Penelitian ini menggunakan salah satu perspektif teori implementasi menurut Ripley dan Franklin, yaitu What’s Happening. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Berdasarkan pada hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa implementasi program Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada Pegawai Harian Lepas (PHL) yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas telah berjalan sejak tahun 2020 dan 2021 dengan beberapa perubahan pada skema penyalurannya. Berikut hasil penelitian berdasarkan aspek kajian dalam perspektif What’s Happening: 1) Aktor yang terlibat, diketahui bahwa semua pelaksana telah berbagi tugas dan melakukan peran serta tupoksinya masing-masing. 2) Kejelasan tujuan, program BSU mempunyai isi dan tujuan yang jelas namun tujuan program belum tercapai sepenuhnya. 3) Perkembangan dan kerumitan program, tidak adanya sosialisasi dan diseminasi dari pelaksana program menyebabkan jumlah sasaran program tidak sesuai dengan rencana. Selain itu ditemukan bahwa belum ada keberlanjutan program BSU di tahun 2022. 4) Partisipasi pada semua unit pemerintahan, komunikasi dan koordinasi antar aktor pelaksana belum berjalan efektif. 5) Faktor yang memengaruhi, diketahui bahwa sumber daya manusia menjadi faktor gagalnya penyaluran program BSU.
Abtrak (Bhs. Inggris)Salary subsidy assistance (BSU) is one of the program implementations carried out by the government in an effort to recover the national economy. This program aims to provide or support state financial policies as a response to the Covid-19 pandemic that has occurred in 2020 until now. This program is regulated in the Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 16 of 2021 concerning Amendments to the Regulation of the Minister of Manpower Number 14 of 2020 concerning Guidelines for Providing Government Assistance in the Form of Salary/Wage Subsidies for Workers/Labourers in Handling the Impact of Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). The purpose of this study was to obtain a description of the implementation of the Salary Subsidy Assistance (BSU) program (Case Study on Casual Daily Employees (PHL) that managed by the Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, and UKM Banyumas Regency). This study uses one of the perspective of implementation theory according to Ripley and Franklin, namely What's Happening. The method used in this research is descriptive qualitative method. The informant selection technique in this research is using purposive sampling technique. Data collection used in-depth interviews, observation and documentation. The data analysis method used is interactive analysis method. Based on the results of the study, it was concluded that the implementation of the Wage Subsidy Assistance (BSU) program for Casual Daily Employees (PHL) managed by the Banyumas District Manpower, Cooperative, and UKM Office has been running since 2020 and 2021 with some changes to the distribution scheme. The following are the results of research based on aspects of the study in the perspective of What's Happening: 1) The actors involved, it is known that all executors have shared their duties and carried out their respective roles and tupoksi. 2) Clarity of objectives, the BSU program has clear content and objectives but the program objectives have not been fully achieved. 3) The development and complexity of the program, the absence of socialization and dissemination from program implementers caused the number of program targets not to be in accordance with the plan. In addition, it was found that there is no sustainability of the BSU program in 2022. 4) Participation in all government units, communication and coordination between implementing actors has not been effective. 5) Influencing factors, it is known that human resources are a factor in the failure of the distribution of the BSU program.
Kata kunciImplementasi, Program Bantuan Subsidi Upah (BSU), Faktor yang Tidak Terkendali
Pembimbing 1Dr. Sukarso, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Wahyuningrat, M.Si.
Pembimbing 3Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, M.S
Tahun2022
Jumlah Halaman136
Tgl. Entri2022-11-02 09:38:36.795973
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.