Artikel Ilmiah : E1A116088 a.n. ADHFANIA FEO KINAN KAUTSARENA

Kembali Update Delete

NIME1A116088
NamamhsADHFANIA FEO KINAN KAUTSARENA
Judul ArtikelPERANAN INTELIJEN KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO DALAM PENGUNGKAPAN KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Korupsi sebuah tindak kejahatan yang sangat merugikan ekonomi masyarakat yang menimbulkan kesenjangan sosial akibat dari korupsi tersebut. Oleh karena itu, peranan intelijen kejaksaan dalam pengungkapan kasus tindak pidana korupsi sangat diperlukan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan Intelijen Kejaksaan Negeri Purwokerto dalam pengungkapan kasus tindak pidana korupsi dan mengungkap hambatan yang dihadapi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwokerto dalam pengungkapan kasus tindak pidana korupsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif kepustakaan dan dokumenter. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, dan data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Selanjutnaya diolah secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan intelijen kejaksaan dalam kasus tindak pidana korupsi memiliki beberapa kendala dalam kinerjanya untuk menghabisi korupsi di Indonesia dikarenakan beberapa faktor yang terjadi dilapangan tentu hal ini merugikan masyarakat dan juga instansi terkait.
Abtrak (Bhs. Inggris)Corruption is a crime that is very detrimental to the community's economy which causes social inequality as a result of the corruption. Therefore, the role of the prosecutor's intelligence in disclosing corruption cases is very much needed to eradicate corruption in Indonesia. This study aims to examine the role of the Purwokerto District Attorney's Intelligence in disclosing corruption cases and uncover the obstacles faced by the Purwokerto District Attorney's Intelligence in disclosing corruption cases. The type of research used is empirical juridical law research with descriptive literature and documentary research specifications. Sources of data used are primary and secondary data, and data collected by interview techniques. Furthermore, it is processed qualitatively. The results of the study indicate that the role of the prosecutor's intelligence in corruption cases has several obstacles in its performance to eliminate corruption in Indonesia due to several factors that occur in the field, of course this is detrimental to the community and related agencies.
Kata kunciPeranan, Intelijen Kejaksaan, Tindak Pidana Korupsi
Pembimbing 1Dr RAHADI WASI BINTORO S.H., M.H.
Pembimbing 2NURANI AJENG TRI UTAMI, S.H., M.H.
Pembimbing 3DESSI PERDANI YURIS PUSPITA SARI S..H., M.H.
Tahun2022
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2022-09-27 11:28:28.903358
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.