Artikel Ilmiah : C1C015010 a.n. ZANDRI GUSTI FANDRA

Kembali Update Delete

NIMC1C015010
NamamhsZANDRI GUSTI FANDRA
Judul ArtikelANALISIS PERKEMBANGAN USAHA MIKRO SETELAH MENERIMA BPUM (BANTUAN
PRODUKTIF USAHA MIKRO) DI KABUPATEN BANDUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Perkembangan Usaha Mikro Setelah Menerima BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) Di Kabupaten Bandung”. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis optimalisasi penggunaan dana BPUM, perkembangan modal, omzet, serta keuntungan usaha mikro setelah adanya BPUM dari pemerintah. Informan dalam penelitian ini adalah pelaku usaha mikro yang bergerak di bidang kuliner di Kabupaten Bandung. Jumlah informan dari penelitian ini terdiri dari empat informan yang berasal dari tiga kecamatan yang berbeda, diantaranya dua dari Kecamatan Baleendah, satu dari kecamatan Bojongsoang, dan satu dari Kecamatan Margaasih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dana BPUM tidak optimal digunakan oleh pelaku usaha mikro, sehingga tidak berdampak pada perkembangan usaha. Masih banyak pelaku usaha mikro menggunakan dana tersebut bukan untuk kebutuhan modal usaha, melainkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Perkembangan modal, omzet, dan keuntungan usaha tidak mengalami peningkatan secara signifikan. Hal tersebut dikarenakan kurang optimalnya penggunaan dana BPUM sebelumnya, kondisi berjualan yang masih belum stabil, Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, kurangnya pengetahuan tentang
teknologi dan inovasi dalam pemasaran produk, dan faktor lainnya. Implikasi dari hasil penelitian yaitu pemerintah seharusnya andil dalam menyediakan wadah beserta sarana dan prasarananya untuk membantu mempromosikan produk UMKM terutama Usaha Mikro serta melakukan pendampingan dalam hal pengembangan usaha dan kualitas produk. Memberikan sosialisasi pemahaman tentang tujuan diberikannya dana BPUM sehingga pelaku usaha dapat menggunakan dana tersebut secara optimal dan tepat guna. Mengadakan pelatihan bagi para pelaku usaha yang belum paham dalam berjualan online, karena masih banyak pelaku usaha yang belum paham cara menggunakan media sosial. Gencar dalam mensosialisaikan dana BPUM jika program tersebut masih dilanjutkan kedepannya. Meningkatkan pengawasan dalam verifikasi data pengusulan calon penerima dana BPUM. Banyak diantara calon penerima yang bukan pelaku usaha justru menerima bantuan tersebut sehingga tidak sesuai dengan sasaran yang dituju
Abtrak (Bhs. Inggris)This qualitative research uses a case study approach on Micro Business Actors in Bandung
Regency, West Java Province. This research takes the title "Analysis of Micro Business
Development After Receiving BPUM (Micro Business Productive Assistance) from the
Bandung Regency Government." The purpose of the study was to analyze the optimization
of the use of BPUM funds, capital development, turnover, and micro business profits after the existence of BPUM from the government. Informants in this study are micro business actors engaged in the culinary field in Bandung Regency. The number of informants from this study consisted of four informants from three different sub-districts, including two from
Baleendah District, one from Bojongsoang District, and one from Margaasih District. The
results of this study indicate that micro-business actors do not optimally use BPUM funds, so it does not impact business development. Many micro-business actors still use these funds, not for business capital needs but for daily needs. The result of capital, turnover, and
operating profits did not increase significantly. This is due to several factors, including the
less than optimal use of previous BPUM funds, unstable selling conditions, the
implementation of restrictions on Community Activities (PPKM) by the government, lack of
knowledge about technology and innovation in product marketing, and other factors. The
research results imply that the government should take part in providing a forum and its
facilities and infrastructure to help promote MSME products, especially Micro Enterprises
and provide assistance in terms of business development and product quality. Provide
socialization of understanding about the purpose of delivering BPUM funds so business
actors can use these funds optimally and effectively. It was conducting training for business
actors who do not understand selling online because there are still many business actors
who do not know how to use social media—incessantly disseminating BPUM funds if the
program is continued in the future. Improve supervision in verifying data on proposals for
candidates for BPUM fund recipients. Many of the potential recipients who are not business
actors receive the assistance, so it is not following the intended target.
Kata kunci Optimalisasi, Perkembangan Modal, Omzet, Keuntungan
Pembimbing 1Dewi Susilowati
Pembimbing 2Yudha Aryo Sudibyo
Pembimbing 3Umi Pratiwi
Tahun2022
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2022-09-15 13:02:51.681124
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.