| NIM | F1B018045 |
| Namamhs | SIFAKHUL KHASANAH |
| Judul Artikel | MANAJEMEN PROGRAM GERBANG PENYANDANG DISABILITAS SUKSES (GENDIS) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENYANDANG DISABILITAS DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas yang tidak produktif. Adanya Program Gendis bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas sehingga mereka memiliki life skill dan dapat bekerja seperti masyarakat pada umumnya sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen yang diterapkan pada program Gendis sudah cukup baik, hal tersebut dilihat dari 5 fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penganggaran. 1) Perencanaan jadwal pelatihan dibuat oleh pemerintah pusat sebagai penyedia pelatihan, 2) Struktur organisasi dibuat oleh Bupati; koordinasi dan komunikasi telah berjalan dengan baik antar aktor yang terlibat; aktor-aktor yang terlibat telah menjalankan tugasnya masing-masing, 3) pelatihan yang dilaksanakan cukup sesuai dengan rencana namun ada pelatihan yang dilaksanakan tidak tepat waktu dikarenakan adanya pandemi Covid-19 dan ada pelatihan yang dilaksanakan tidak tuntas karena kurangnya maintenance aplikasi dari penyedia pelatihan; pengembangan program belum terlaksana melainkan hanya baru ada rencananya yaitu akan membangun fasilitas sebagai wadah atau tempat berkumpul untuk menyatukan para komunitas dan penyandang disabilitas, 4) pelaksanaan program Gendis dapat dikatakan berhasil karena telah mencapai tujuan yaitu meningkatkan produktivitas penyandang disabilitas dibuktikan dengan 51,25% dari jumlah peserta pelatihan di Gendis mampu membuka usaha sendiri; pengawasan dari penyandang disabilitas sudah dilaksanakan dengan baik, dan 5) Sumber anggaran pada pelaksanaan program Gendis berasal dari berbagai sumber yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, Yayasan, Bank, dan rumah sakit, anggaran tersebut dialokasikan untuk kegiatan pelatihan, pemberian alat bantu, dan pemberian modal usaha namun masih terdapat pengalokasian anggaran yaitu tidak adanya anggaran untuk pemenuhan fasilitas yang mengakibatkan tidak terlaksananya pengembangan program Gendis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is motivated by the large number of people with disabilities in Banyumas Regency who are not productive. The existence of the Gendis Program aims to provide training for people with disabilities in Banyumas Regency so that they have life skills and can work like the community in general so that they can meet their needs independently. The results showed that the management applied to the Gendis program was quite good, it was seen from the 5 management functions, namely planning, organizing, mobilizing, monitoring, and budgeting. 1) Training schedule planning is made by the central government as a training provider, 2) The organizational structure is made by the Regent; coordination and communication has been going well between the actors involved; the actors involved have carried out their respective duties, 3) the training carried out was quite according to the plan but there were trainings that were not carried out on time due to the Covid-19 pandemic and there were trainings that were carried out incompletely due to lack of application maintenance from the training provider; the development of the program has not been implemented but there is only a new plan, namely to build facilities as a forum or gathering place to unite communities and persons with disabilities, 4) the implementation of the Gendis program can be said to be successful because it has achieved the goal of increasing the productivity of persons with disabilities as evidenced by 51.25% of the total training participants at Gendis being able to open their own businesses; supervision of persons with disabilities has been carried out properly, and 5) Budget sources for the implementation of the Gendis program come from various sources, namely the central government, regional governments, BUMN, foundations, banks, and hospitals, the budget is allocated for training activities, providing aids, and provision of business capital, but there is still a budget allocation, namely the absence of a budget for the fulfillment of facilities which resulted in the non-implementation of the development of the Gendis program |
| Kata kunci | disabilitas, gendis, program |
| Pembimbing 1 | Drs. Guntur Gunarto, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Tobirin, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dra. Lilis Sri Sulistiani, M.M. |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2022-08-24 16:54:36.349271 |
|---|