Artikel Ilmiah : I1A018120 a.n. NUR KHARISSA NINDIANTI

Kembali Update Delete

NIMI1A018120
NamamhsNUR KHARISSA NINDIANTI
Judul ArtikelFaktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Bagian Produksi di Home Industry Knalpot Kelurahan Purbalingga Lor
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: CTS merupakan sensasi nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada
jari dan telapak tangan. Faktor risiko penyebab CTS diantaranya faktor individu,
pekerjaan, dan lingkungan. Pekerja produksi knalpot berisiko mengalami CTS
karena pekerjaannya masih dilakukan secara manual material handling. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap CTS
pada pekerja bagian produksi di home industry knalpot Kelurahan Purbalingga
Lor.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 8 home industry
knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor. Sampel sebanyak 97 didapatkan dengan
teknik total sampling. Pengumpulan data dengan wawancara dengan kuesioner,
lembar observasi RULA dan alat ukur status gizi. Data dianalisis menggunakan uji
univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik
(derajat kepercayaan 95%).
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah gerakan berulang (p-value
0,027), postur kerja (p-value 0,006) dan masa kerja (p-value 0,012). Variabel yang
tidak berpengaruh adalah usia (p-value 1,000), IMT (p-value 0,139), riwayat
penyakit (p-value 0,602), dan lama kerja (p-value 0,343).
Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah gerakan berulang.
Saran: Melakukan peregangan secara teratur, melakukan pekerjaan dengan posisi
ergonomis, dan memeriksakan ke unit pelayanan kesehatan bagi pekerja yang
memiliki gejala CTS.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: CTS is a sensation of pain, tingling, or numbness in fingers and
palms. The risk factors of CTS include individual, occupational, and
environmental factors. Exhaust production workers are at risk of experiencing
CTS because their work is still done manually by hand. The purpose of this study
was to determine what factors affect CTS in exhaust production workers at home
industry in Purbalingga Lor Village.
Methods: This research use analytic observational quantitative with cross
sectional approach. The population were 8 exhaust home industries in Purbalingga
Lor Village. A total of 97 samples were obtained by total sampling technique.
Collecting data by interview with questionnaires, RULA observation sheets and
measuring tools for nutritional status. Data were analyzed using univariate test,
bivariate with chi-square and multivariate with logistic regression (95%
confidence degree).
Results: The influental variables are repetitive movements (p-value 0,027), work
posture (p-value 0,006) and years of service (p-value 0,012). Variables that had no
effect are age (p-value 1,000), BMI (p-value 0,139), medical history (p-value
0,602), and length of work (p-value 0,343).
Conclusion: The most influental variable is repetitive movement.
Suggestion: Stretch regularly, work with ergonomic position, and check with the
healthcare service unit for workers who have CTS symptoms.
Kata kunciCarpal Tunnel Syndrome, Pekerja Produksi Knalpot, Gerakan Berulang, Postur Kerja, Masa Kerja.
Pembimbing 1Nur Ulfah, S.K.M., M.Sc
Pembimbing 2Siti Harwanti, S.Kp., M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2022-08-24 08:56:11.677256
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.