Artikel Ilmiah : A1C018019 a.n. NAI LATHOFAH PRATIWI

Kembali Update Delete

NIMA1C018019
NamamhsNAI LATHOFAH PRATIWI
Judul ArtikelANALISIS KARAKTERISTIK BIOETANOL BERBASIS LIMBAH JAMBU AIR (Syzygium aqueum) DENGAN PENAMBAHAN PUPUK NPK DAN LAMA FERMENTASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bioetanol merupakan salah satu sumber bahan bakar alternatif yang diproduksi
dari tumbuhan, dimana memiliki keunggulan mampu menurunkan emisi CO2 hingga
18%. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan alat dan
bahan, pengujian kadar air, penghalusan, perhitungan kadar gula sebelum fermentasi,
fermentasi, perhitungan kadar gula reduksi, destilasi, perhitungan kadar etanol.
Fermentasi menjadi tahapan penting dalam pembuatan bioetanol. Penelitian ini
bertujuan untuk Mengetahui karakteristik bioetanol yang dihasilkan dari limbah jambu
air dan mengetahui pengaruh lama fermentasi dan penambahan pupuk NPK terhadap
bioetanol yang dihasilkan. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah
limbah jambu air. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
pola faktorial. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor: NPK (0 g, 15 g, 20 g, dan 25 g)
menjadi konsentrasi NPK (0%, 7,5%, 10%, dan 12,5%) dan fermentasi (2, 4, 6 hari).
Pengujian karakteristik bioetanol meliputi nilai kadar air, kadar gula sebelum
fermentasi, kadar gula setelah fementsi, kadar bioetanol, dan rendemen bioetanol.
Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan standar mutu bioetanol Indonesia.
Karakteristik limbah jambu air yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki kadar air
sebesar 85,148% bb, kadar gula sebelum fermentasi 0,158% m/v Sedangkan
karakteristik bioetanol yg dihasilkan rata-rata kadar gula reduksi terbaik sebesar 0,123%
m/v pada konsentrasi NPK 7,5% dan lama fermentasi 2 hari. Kadar bioetanol terbaik
dihasilkan pada konsentrasi 10% sebesar 3,280% m/v pada lama fermentasi 4 hari.
Rendemen bioetanol terbaik pada konsentrasi NPK 10% pada waktu 4 hari yaitu sebesar
0,215% v/v. 2. Perlakuan konsentrasi NPK berpengaruh nyata terhadap kadar gula
reduksi, kadar bioetanol, dan rendemen bioetanol. Namun, lama fermentasi dan
interaksinya dengan konsentrasi NPK berpengaruh tidak nyata terhadap kadar gula
reduksi, kadar bioetanol juga rendemen bioetanol.
Kata kunci: bioetanol, limbah jambu air, lama fermentasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bioethanol is an alternative fuel source produced from plants, which has the advantage
of being able to reduce CO2 emissions by up to 18%. The process of making bioethanol
consists of several stages, namely preparation of tools and materials, testing of water
content, refining, calculation of sugar content before fermentation, fermentation,
calculation of reducing sugar content, distillation, calculation of ethanol content.
Fermentation is an important step in the manufacture of bioethanol. This study aims to
determine the characteristics of bioethanol produced from guava waste and to
determine the effect of fermentation time and the addition of NPK fertilizer on the
bioethanol produced. The main material used in this research is guava waste. This
study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. This study
consisted of 2 factors: NPK (0 g, 15 g, 20 g, and 25 g) to NPK concentrations (0%,
7.5%, 10%, and 12.5%) and fermentation (2, 4, 6 days). Testing of bioethanol
characteristics includes the value of water content, sugar content before fermentation,
sugar content after fermentation, bioethanol content, and bioethanol yield. Parameters
used as reference are in accordance with Indonesian bioethanol quality standards. The
characteristics of the guava waste produced in this study had a water content of
85.148% wt, sugar content before fermentation was 0.158% m/v While the
characteristics of bioethanol produced an average of the best reducing sugar content of
0.123% m/v at an NPK concentration of 7.5 % and 2 days of fermentation. The best
bioethanol content was produced at a concentration of 10% at 3.280% m/v at 4 days of
fermentation. The best bioethanol yield at 10% NPK concentration for 4 days was
0.215% v/v. 2. The treatment of NPK concentration had a significant effect on reducing
sugar content, bioethanol content, and bioethanol yield. However, the duration of
fermentation and its interaction with NPK concentration had no significant effect on
reducing sugar content, bioethanol content and bioethanol yield.
Keywords: bioethanol, guava waste, fermentation time
Kata kunciKata kunci: bioetanol, limbah jambu air, NPK, dan lama fermentasi.
Pembimbing 1Ropiudin, S.TP., M.Si.
Pembimbing 2Abdul Mukhlis Ritonga, S.Tp., M.Sc.
Pembimbing 3-
Tahun2022
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2022-08-23 07:10:19.580731
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.