| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Gula merupakan bahan pemanis utama untuk makanan, dan minuman. Pabrik gula batu cap kembang merupakan pabrik pengolahan gula batu di kota Cirebon. Pada pabrik ini belum ada penetapan kebijakan pemesanan bahan bak. Saat ini pemesanan bahan baku dilakukan berdasarkan keinginan pemilik pabrik. Sehingga ketika permintaan tinggi, persediaan bahan baku tidak mampu terpenuhi, dan terjadi stock out. Sedangkan ketika permintaan turun, persediaan bahan baku menimbulkan over stock. Pengelolaan persediaan bahan baku sangat penting untuk kelancaran produksi. Sehingga tujuan dari penelitian adalah mengetahui jumlah dan waktu pemesanan bahan baku berdasarkan jumlah permintaan, dengan meminimalkan total biaya persediaan yang dikeluarkan. Metode penelitiaan yang digunakan adalah pendekatan simulasi DES, dengan menggunakan software extend V.4. berdasarkan hasil simulasi didapatkan hasil penetapan kebijakan pemesanan bahan baku di Pabrik gula cap kembang adalah ketika permintaan tinggi dengan nilai diatas 5.000 sak/bulan digunakan skenario 2 dengan rata-rata lead time 3 hari. Saat permintaan sedang dengan nilai 4.500 sak/bulan hingga 5.000 sak/bulan digunakan skenario 1 rata-rata lead time 7 hari, dan ketika permintaan rendah dengan nilai dibawah 4.500 sak/bulan digunakan skenario 3 rata-rata lead time 3 hari. Total biaya persediaan yang dikeluarkan sebesar Rp.53.709.763/tahun. Sehingga total biaya persediaan mampu menghemat 83% dari total biaya yang dikeluarkaan saat ini. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sugar is the main sweetener ingredient for food and beverages. Cap Kembang is a lump sugar factory in Cirebon. At this factory, there is no standard policy for ordering raw materials. Currently, raw material orders are made based on factory owner's intuition. So when the demand is high, raw material supplies cannot be met and would cause stock outs. Meanwhile, when the demand is low, the supply of raw materials would cause overstock. Raw material inventory management is essential for smooth production. So this research purpose is to determine the amount and time of ordering raw materials based on the demand while minimizing the total inventory cost. The research method used here is Discrete-Event Simulation (DES) approach, using the Extend V.4 software. The simulation's result are the policies for ordering raw materials. When the demand is high with a demand value more than 5,000 sacks / month, scenario two will be used with an average lead time of 3 days. When demand is moderate, ranging from 4,500 sacks/month to 5,000 sacks/month, scenario one will be used with an average lead time of 7 days. Meanwhile, when demand is low with a value of fewer than 4,500 sacks/month, scenario three will be used with an average lead time of 3 days. The total inventory cost with this policy is Rp. 53,709,763/year. By implementing an inventory management system, the factory can save 83% of total inventory cost from current system. |