Artikel Ilmiah : A1C016013 a.n. FAHMI SIDIK AMIRUL HAKIM SETIAWAN
| NIM | A1C016013 |
|---|---|
| Namamhs | FAHMI SIDIK AMIRUL HAKIM SETIAWAN |
| Judul Artikel | RESPON PRODUKTIVITAS TANAMAN SERAI WANGI TERHADAP JADWAL IRIGASI TETES DAN DOSIS PUPUK ORGANIK PADA DEMPLOT INCEPTISOL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tanaman Serai memiliki nama latin Cymbopogon citratus, merupakan tumbuhan suku rerumputan, dan termasuk jenis tanaman perdu tinggi, sedangkan tanaman serai wangi (Cymbropogon nardus. L) merupakan tanaman yang termasuk pada famili Gramineae (rerumputan). Minyak atsiri yang dihasilkan tanamanan serai wangi ini disebut juga dengan nama Citronellal Oil of Java yang berasal dari tipe Mahaperingi. Serai wangi tipe Mahaperingi dianggap asli Indonesia, yang dikarenakan banyak terbudidaya di Pulau Jawa (produksi minyak atsiri serai wangi hampir mencapai 95%). Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui pengaruh jadwal irigasi tetes dengan beberapa dosis pupuk organik terhadap produktivitas tanaman serai wangi, dan (2) Mengetahui jadwal irigasi, serta dosis pupuk organik yang efektif (aplikatif) untuk budidaya tanaman serai wangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan November 2021 pada lahan kampus Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang berada di ketinggian 110 m di atas permukaan laut (dpl), dan dianalisis pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah batang, jumlah daun, diameter tanaman, leaf area index (LAI), dan biomassa tanaman, dan sebagai data pendukung evapotranspirasi. Keadaan iklim sangat berpengaruh dalam menentukan besar kecilnya tingkat produksi tanaman dan kegiatan tumbuh kembang tanaman. Keadaan iklim dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya adalah suhu, curah hujan, ketinggian wilayah, radiasi matahari dan kecepatan angin. Data iklim diamati setiap hari dari bulan Juni hingga November 2021. Kelembapan udara mencapai titik tertinggi yaitu 82,42% pada bulan Agustus, dan mencapai titik terendah yaitu 69,08% pada bulan Juni, sedangkan kecepatan udara tertinggi pada bulan November yaitu 243,65 km/jam dan terendah pada bulan juli yaitu 57,02 km/jam. Penyinaranan matahari terbesar ada pada bulan Juli yaitu 71,29%, dan terendah ada pada bulan November yaitu 29,65%. Rerata suhu udara bulan Juni hingga November 2021 sebesar 30,44o C, dengan suhu tertinggi selama penelitian sebesar 35oC dan suhu terendah sebesar 31,8oC. Hasil dari penelitian ini Variasi jadwal irigasi tetes dan dosis pupuk organik memengaruhi produktivitas tanaman pertumbuhan pada tinggi tanaman dengan Irigasi Tetes 1 harian yaitu104,7 cm dan dengan Pupuk Organik 15 ton/ha yaitu 102,2 cm, lalu pada jumlah batang dengan Irigasi Tetes 5 harian yaitu 17,2 batang dan dengan Pupuk Organik 35 ton/ha yaitu 16,7 batang, lalu pada jumlah daun pada Irigasi Tetes 5 harian yaitu 77,6 helai dan dengan Pupuk Organik 35 ton/ha yaitu 74,3 helai, lalu pada diameter batang dengan Irigasi Tetes 1 harian yaitu 1,1 cm dan dengan Pupuk Organik 25 ton/ha yaitu 1,1 cm, lalu pada leaf area index dengan Irigasi Tetes 5 harian yaitu 1,7 m2 dan dengan Pupuk Organik 25 ton/ha yaitu 1,7 m2, sedangkan pada berat kering biomassa tanaman dengan Irigasi Tetes 5 harian yaitu 304,3 gram dan dengan Pupuk Organik 35 ton/ha yaitu 380,7 gram, dan pada biomassa total dengan Irigasi Tetes 5 harian yaitu 1.211,8 gram dan dengan Pupuk Organik 35 ton/ha yaitu 1.598,1 gram. Variari jadwal irigasi tetes terbaik untuk budidaya tanaman serai wangi terdapat pada perlakuan IT5 atau jadwal siraman 5 harian, sedangkan pada perlakuan pupuk organik yang terbaik untuk budidaya tanaman yaitu pada perlakuan PO3 atau dengan dosis 35 ton/ha. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Plant Lemongrass has the Latin name Cymbopogon citratus, is a grass tribe plant, and is a type of tall shrub, while Lemongrass (Cymbropogon nardus. L) is a plant that belongs to the Gramineae (grass) family. The essential oil produced by the citronella plant is also known as Citronellal Oil of Java which comes from the Mahaperingi type. The Mahaperingi citronella type is considered native to Indonesia, because it is widely cultivated on the island of Java (the production of citronella essential oil is almost 95%). The aims of this study were to (1) determine the effect of drip irrigation schedule with several doses of organic fertilizer on the productivity of citronella plants, and (2) determine the irrigation schedule, as well as effective (applicative) doses of organic fertilizer for citronella plant cultivation. This research was carried out from June to November 2021 on the Agricultural Technology campus of Jenderal Sudirman University which is located at an altitude of 110 m above sea level (asl), and analyzed in December 2021 to March 2022. The variables observed were plant height, number of stems, number of leaves, plant diameter, leaf area index (LAI), and plant biomass, and as supporting data for evapotranspiration. Climatic conditions are very influential in determining the size of the level of plant production and plant growth and development activities. Climatic conditions are influenced by various factors including temperature, rainfall, altitude, solar radiation and wind speed. Climate data is observed every day from June to November 2021. Air humidity reaches its highest point of 82.42% in August, and reaches its lowest point of 69.08% in June, while the highest air speed in November is 243.65 km/hour and the lowest in July is 57.02 km/hour. The largest solar radiation is in July, which is 71.29%, and the lowest is in November, which is 29.65%. The average air temperature from June to November 2021 is 30.44o C, with the highest temperature during the study of 35oC and the lowest temperature of 31.8oC. The results of this study Variations in drip irrigation schedules and doses of organic fertilizers affect the productivity of plant growth in plant height with daily drip irrigation which is 104.7 cm and with organic fertilizer 15 tons/ha that is 102.2 cm, then on the number of stems with drip irrigation 5 daily is 17.2 stems and with Organic Fertilizer 35 tons/ha is 16.7 stems, then the number of leaves in daily 5 Drip Irrigation is 77.6 strands and with Organic Fertilizer 35 tons/ha is 74.3 strands, then at stem diameter with daily 1 drip irrigation is 1.1 cm and with Organic Fertilizer 25 tons/ha is 1.1 cm, then on the leaf area index with daily drip irrigation is 1.7 m2 and with organic fertilizer 25 tons/ha that is 1.7 m2, while the dry weight of plant biomass with daily 5 drip irrigation is 304.3 grams and with Organic Fertilizer 35 tons/ha is 380.7 grams, and the total biomass with 5 daily drip irrigation is 1,211.8 grams and with Organic Fertilizer 35 tons/ha which is 1,598.1 grams. The best variant of drip irrigation schedule for the cultivation of citronella plants is found in the IT5 treatment or 5 daily watering schedule, while the best organic fertilizer treatment for plant cultivation is the PO3 treatment or at a dose of 35 tons/ha. |
| Kata kunci | Produktivitas tanaman, Serai Wangi, Irigasi Tetes, Pupuk Organik, Demplot Inceptisol |
| Pembimbing 1 | Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr., Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Asna Mustofa, S. TP., M. P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2022-08-16 20:12:24.435106 |