Artikel Ilmiah : F1A018003 a.n. ZALFA ALIYAH ZAHIRAH

Kembali Update Delete

NIMF1A018003
NamamhsZALFA ALIYAH ZAHIRAH
Judul ArtikelPartisipasi Masyarakat Grumbul Sukadamai Dalam Pengelolaan Sampah di Masa Pandemi Covid-19 di Bank Sampah Suka Mandiri, Desa Pasir Wetan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat Grumbul Sukadamai dalam pengelolaan sampah di masa pandemi Covid-19 di Bank Sampah Suka Mandiri. Metode penelitian menggunakan kualitatif dan teknik penentuan informan dengan purposive sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kondisi lingkungan di Grumbul Sukadamai terdapat perkembangan setelah hadirnya Bank Sampah Suka Mandiri. Mekanisme pengelolaan sampah di Bank Sampah Suka Mandiri di masa Covid-19 dilakukan dengan memilah sampah organik dan anorganik dari rumah nasabah, menyetorkan sampah anorganik kemudian ditimbang, dilanjutkan dengan pencatatan sampah dan pengangkutan sampah anorganik. Perbedaan yang tampak setelah adanya pandemi Covid-19 adalah pengurus membatasi jenis sampah yang disetorkan ke bank sampah, seperti sampah medis. Wujud partisipasi masyarakat, yaitu: 1) tahap pengambilan keputusan didominasi oleh pengurus bank sampah; 2) pada pelaksanaan program masyarakat tetap menyetorkan sampah walaupun beberapa anggota masih takut terhadap virus pandemi Covid-19. Lalu, tidak ada perkumpulan pengurus dan anggota untuk membuat kerajinan, sehingga diberi suatu alternatif untuk membuat ecobrick di rumah masing-masing nasabah. Pemanfaatan sampah selain menjadi ecobrick adalah membuat olahan sampah organik dirumah masing-masing anggota; 3) pada pemanfaatan hasil dapat dilihat dari aspek lingkungan dan aspek ekonomi; 4) dan terakhir pada tahap evaluasi di masa pandemi Covid-19 lebih banyak disampaikan oleh pengurus bank sampah. Faktor pendorong masyarakat mengelola sampah di masa pandemi Covid-19 adalah adanya bank sampah, kesadaran lingkungan masyarakat, motivasi dari pengurus bank sampah, dukungan moral Pemerintah Desa Pasir Wetan dan DLH Kabupaten Banyumas, serta dukungan material dari DLHK Provisi Jawa Tengah. Faktor penghambat karena tidak ada pemilahan spesifik berkurangnya penyetoran sampah, berkurangnya frekuensi berkumpul antara pengurus dengan nasabah di bank sampah. Kemudian, sebelum masa pandemi Covid-19, hambatan yang dihadapi adalah pergantian pihak pelapak dan kurangnya waktu membuat kerajinan tangan sampah anorganik karena kesibukkan anggota.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to describe the participation of the Grumbul Sukadamai community in waste management during the Covid-19 pandemic in Suka Mandiri Garbage Bank. The research method is qualitative and the technique for determining the research targets is purposive sampling. The study were analyzed using interactive analysis according to Miles and Huberman. The result showed that the environmental conditions of Grumbul Sukadamai have experienced development, becoming cleaner after the presence of Suka Mandiri Garbage Bank. Waste management mechanisms in Suka Mandiri Garbage Bank during the Covid-19 pandemic are waste sorting, waste deposit, waste weighing, inorganic waste recording, and inorganic waste transportation. The difference that appears after the Covid-19 pandemic is limiting the types of waste deposited in waste banks, such as medical waste. The forms of community participation are: 1) the decision making stage is dominated by the waste bank management; 2) during the implementation of the program, the community continues to deposit waste even though some members are still afraid of the Covid-19 pandemic virus. Then, there is no association of administrators and customers to make crafts, so it is an alternative to make ecobricks at each customers house. Application of waste in addition to being ecobricks is to make processed organic waste in the homes of each customers; 3) the application of the results can be seen from the environmental and economic aspects; 4) and the evaluation during the Covid-19 pandemic was mostly delivered by waste bank administrators. The driving factors for community participation in waste management are the presence of a waste bank, public environmental awareness, encouragement from the waste bank admnistrators, as well as moral support from the Pasir Wetan Village Government and Dinas Lingkungan Hidup of Banyumas Regency, and material support from the DLHK Province of Central Java. On the other hand, the obstacle factors are no specific segregation, reduced waste deposit, and reduced frequency of gatherings between administrators and customers in the waste bank. In addition, before the Covid-19 pandemic, the obstacles faced were the change of vendors and the lack of time to make handicrafts from the inorganic waste due to the busyness of the members.
Kata kunciBank Sampah, Covid-19, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah
Pembimbing 1Dr. Edy Suyanto, M. Si.
Pembimbing 2Drs. FX Wardiyono, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2022-08-16 16:06:24.578549
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.