Artikel Ilmiah : B1A018124 a.n. AMALINDA ZHAFIRANI NABILA

Kembali Update Delete

NIMB1A018124
NamamhsAMALINDA ZHAFIRANI NABILA
Judul ArtikelANALISIS MOLEKULER PUTATIVE MUTANT TEBU (Saccharum officinarum L.) cv. PSJT 941.2 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Co60 BERDASARKAN MARKA RAPD
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tebu (Saccharum officinarum L.) cv. PSJT 941 merupakan kultivar unggul tebu yang tahan cekaman kekeringan, namun kultivar ini masih memiliki beberapa kekurangan. Sehingga masih memungkinkan dilakukan peningkatan kualitas tebu yang dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman dengan menciptakan ideotipe baru. Kultivar unggul baru dapat dihasilkan dari induksi mutasi berupa iradiasi sinar gamma yang dapat dilakukan pada kalus yang sedang dikultur. Mutasi akibat penyinaran sinar gamma bersifat acak dan variasi genetik yang ditimbulkan dapat dianalisis menggunakan marka molekuler. Salah satu marka molekuler yang dapat digunakan untuk mendeteksi variasi genetik tebu yaitu Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui profil RAPD mutan putatif tebu cv. PSJT 941.2 hasil kultur kalus yang diradiasi sinar gamma Co60 10 Gy dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan genetik antara mutan putatif tebu cv. PSJT 941.2 hasil kultur kalus yang diradiasi sinar gamma Co60 10 Gy dan wildtype tebu kultivar PSJT 941. Sampel daun tebu diambil dengan teknik random sampling di Greenhouse Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Tebu (LPT3) Comal, Pemalang. Amplifikasi DNA dengan PCR RAPD dilakukan menggunakan 12 primer. Dari hasil amplifikasi DNA dengan 12 primer, didapatkan tujuh primer yang dapat mendeteksi polimorfisme dan memperoleh persentase polimorfisme sebesar 37,5% dengan total marka polimorfik sebanyak 12 dari 32 total marka. Dari 10 sampel mutan yang digunakan, sampel tebu kultivar PSJT 941.2 TB 2.7 terkonfirmasi memiliki genotipe yang berbeda dibandingkan wildtype.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sugarcane cv. PSJT 941 is a superior sugarcane cultivar that is resistant to drought stress, but this cultivar still has some lack. So that, there is still a chance to improve the quality of sugarcane through plant breeding by creating new ideotype. Superior cultivars can be produced from mutation induction using gamma ray irradiation on callus culture. Mutations due to gamma irradiation are random and the resulting genetic variations can be analyzed using molecular markers. One of the molecular markers that can be used to detect genetic variation of sugarcane is Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD). The aims of this study are (1) to determine the RAPD profile of the putative mutant sugarcane cv. PSJT 941.2 results of callus culture irradiated with 10 Gy Co60 gamma rays and (2) to determine whether there are genetic differences between the putative mutant sugarcane cv. PSJT 941.2 results of callus culture irradiated with 10 Gy Co60 gamma rays and wildtype sugarcane cultivar PSJT 941. Sugarcane leaf samples were taken by using random sampling at the Greenhouse, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University and Research Laboratory of Soil and Sugarcane Plants (LPT3) Comal, Pemalang. DNA amplification by PCR was carried out using 12 primers. According to the result of DNA amplification with 12 primers, 7 primers are able to detect polymorphism. Polymorphism percentage is around 37,5% with 12 polymorphic markers from 32 total markers. Out of 10 putative mutant samples, sugarcane cultivar PSJT 941.2 TB 2.7, is confirmed to have genotipic differeces compared to wildtype.
Kata kuncipolimorfisme, RAPD, sinar gamma, tebu PSJT 941, variasi somaklonal
Pembimbing 1Sugiyono, Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Alice Yuniaty, M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2022-08-16 10:25:57.837469
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.