Artikel Ilmiah : C1A018047 a.n. RIMA AMALIA

Kembali Update Delete

NIMC1A018047
NamamhsRIMA AMALIA
Judul ArtikelAnalisis Eksternalitas dan Willingness To Accept Masyarakat Akibat Tempat Pembuangan Akhir Sampah (Studi Kasus Pada Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang di Kota Bekasi)
Abstrak (Bhs. Indonesia)TPST Bantargebang telah ditetapkan oleh Provinsi DKI Jakarta sebagai tempat pembuangan sampah untuk wilayahnya. Banyaknya sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang berdampak besar dan dinilai lebih berdampak negatif sehingga menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan kompensasi tetapi masih terdapat keluhan dari warga terhadap kompensasi yang diterima belum dapat mengganti seluruh kerugian yang ditimbulkan TPST Bantargebang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dana kompensasi yang seharusnya diterima oleh masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi WTA masyarakat, serta untuk mengkaji dampak atau eksternalitas yang dirasakan oleh masyarakat. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif, contingent valuation method (CVM), dan regresi logistik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner. Hasil analisis data menyatakan bahwa eksternalitas positif menyebabkan meningkatnya sarana dan prasarana wilayah, terciptanya peningkatan pendapatan dan lapangan pekerjaan. Sedangkan eksternalitas negatif mengakibatkan air tercemar, tumpukan sampah membuat udara menjadi tidak baik untuk dihirup serta gangguan kesehatan. Selanjutnya, diperoleh nilai rata-rata WTA yang diinginkan responden sebesar Rp497.540,98/KK/bulan dan nilai total WTA untuk Kelurahan Ciketing Udik sebesar Rp339.707.547.537,54 per tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan untuk menerima secara signifikan adalah pendapatan, pengeluaran khusus dampak, pendidikan, pekerjaan dan jarak tempat tinggal.
Abtrak (Bhs. Inggris)TPST Bantargebang has been assigned by DKI Jakarta Province as a landfill for its area. The large amount of waste sent to TPST Bantargebang has a big impact and is considered to have more negative impacts, thus causing great losses to the local community. The DKI Jakarta Provincial Government has provided compensation but there are still complaints from residents that the compensation received has not been able to compensate all losses caused by TPST Bantargebang. This study aims to analyze the compensation fund arrangements received by the community and the factors that affect the community's WTA, as well as to examine the impact or externalities felt by residents. Methods used in this research are descriptive statistics, contingent valuation method (CVM), and logistic regression. The data collection technique is using the interview method based on the questionnaire. The results of the data analysis stated that positive externalities caused an increase in regional facilities and infrastructure, the creation of an increase in income and employment, while negative externalities resulted in polluted water, piles of garbage making the air unkind to breathe and health problems. Furthermore, the average WTA value desired by respondents was obtained of Rp497,540.98 per head of the family per month and the total WTA value for Ciketing Udik Village was Rp339,707,547,537.54 per a year. Factors that affecting willingness to accept significantly are income, impact-specific expenses, education, type of work and distance of residence.
Kata kunciEksternalitas, Willingness To Accept, Contingent Valuation Method
Pembimbing 1Dr. Agus Arifin, S.E., M.Sc
Pembimbing 2Pahrul Fauzi, S.E., M.Si
Pembimbing 3Dwita Aprillia Floresti, S.E., M.Si
Tahun2022
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2022-08-15 16:27:54.828458
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.