| NIM | B1A018092 |
| Namamhs | ALFIRA RAHMALIA FAUZIYAH |
| Judul Artikel | PREFERENSI MAKAN PADA SEMUT YANG MENGINVASI PERMUKIMAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Semut (ordo Hymenoptera) merupakan salah satu kelompok hewan terestrial kecil yang berperan penting dalam ekosistem. Namun populasi semut yang sangat tinggi dapat menjadi hama karena sering mengganggu aktivitas manusia sehingga menimbulkan kerugian. Pengendalian berbasis umpan lebih aman bagi lingkungan dan menargetkan serangga sosial seperti semut. Agar pengendalian efektif maka diperlukan informasi tentang ketertarikan dan kesukaan semut terhadap umpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi makan semut yang menginvasi pemukiman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 3 kelompok umpan yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Setiap kelompok menggunakan dua jenis umpan, oleh karena itu diuji tujuh jenis umpan, termasuk kontrol, yaitu daging ikan tuna, tepung kedelai, sukrosa, madu, mentega, dan minyak sayur. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis umpan, sedangkan variabel terikatnya adalah latensi dan jumlah individu semut yang datang ke umpan selama 30 menit pengamatan. Parameter yang diamati adalah latensi/waktu pertama kali semut datang ke umpan (menit) dan jumlah individu semut yang datang ke umpan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji post hoc Kruskal Wallis dan Dunn. Uji Mann-Whitney menganalisis data uji preferensi di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata untuk jenis umpan yang berbeda pada (0,00, p<0,05). Preferensi semut tertinggi ditemukan pada umpan tuna (56 semut), diikuti oleh umpan sukrosa (37 semut) dan madu (33 semut), dengan waktu latensi tercepat pada umpan sukrosa (8 menit). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ants (order Hymenoptera) are one of the small terrestrial animal groups that play an important role in the ecosystem. However, very high ant populations can become pests because they often interfere with human activities, causing losses. Bait-based controls are safer for the environment and target social insects such as ants. Information about the ants' interest and preference for bait is needed for effective control. This study aimed to determine the feeding preferences of ants that invaded settlements. This study used an experimental method with a randomized block design. The treatment consisted of 3 bait groups: carbohydrate, protein, and fat. Each group used two types of bait, therefore seven types were tested, including control, namely tuna meat, soy flour, sucrose, honey, butter, and vegetable oil. The independent variable in this study was the type of bait, while the dependent variable was the latency and the number of individual ants that came to the bait for 30 minutes of observation. The parameters observed were the latency/time of the first time the ants came to the bait (minutes) and the number of individual ants that came to the bait. The data obtained were analyzed using the Kruskal Wallis and Dunn's post-hoc tests. The Mann-Whitney test analyzed preference test data in the laboratory. The results showed significant differences for different types of bait at (0.00, p<0.05). The highest ant preference was found on tuna bait (56 ants), followed by sucrose bait (37 ants) and honey (33 ants), with the fastest latency time on sucrose bait (8 minutes). |
| Kata kunci | latensi, makan, preferensi, semut, umpan |
| Pembimbing 1 | Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Drs. Darsono, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2022-08-15 09:22:23.162133 |
|---|