Artikel Ilmiah : C1C018112 a.n. YUMNA RISKY APRILIA

Kembali Update Delete

NIMC1C018112
NamamhsYUMNA RISKY APRILIA
Judul ArtikelANALISIS FRAUD PENTAGON TERHADAP PERILAKU KECURANGAN AKADEMIK DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI FAKTOR PEMODERASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kecurangan akademik (academic fraud) secara luas didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh seorang siswa dengan maksud melakukan upaya kecurangan yang tidak sah atau tidak dapat diterima dalam pekerjaan akademiknya. Di sebagian besar negara di dunia, fenomena ini menjadi masalah yang tidak dapat diabaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dimensi fraud pentagon terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi dengan menggunakan religiusitas sebagai variabel moderasi. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021. Sampel pada penelitian ini sebanyak 107 mahasiswa akuntansi, terdiri dari 54 mahasiswa angkatan 2018, 18 mahasiswa angkatan 2019, 20 mahasiswa angkatan 2020, dan 15 mahasiswa angkatan 2021. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tekanan berpengaruh positif terhadap perilaku kecurangan akademik; (2) Peluang berpengaruh positif terhadap perilaku kecurangan akademik; (3) Rasionalisasi tidak berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik; (4) Kompetensi tidak berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik; (5) Arogansi tidak berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik; (6) Religiusitas tidak dapat memperlemah pengaruh tekanan, peluang, rasionalisasi, kompetensi, dan arogansi dalam perilaku kecurangan akademik. Implikasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa diharapkan dapat menyadari bahwa kecurangan akademik merupakan perilaku yang tidak terpuji, dan menjadikan faktor pendorongnya bukan sebagai alasan untuk bertindak curang namun sebagai motivasi untuk belajar dengan lebih baik sehingga kecurangan akademik dapat diminimalisir. Sementara bagi institusi pendidikan tinggi terutama Universitas Jenderal Soedirman, diharapkan dapat mempertegas regulasi, sanksi, dan lebih cermat dalam menilai kualitas kinerja mahasiswa.
Abtrak (Bhs. Inggris)Academic fraud is broadly defined as an act committed by a student with the intention of attempting to commit an unlawful or unacceptable fraud in his academic work. Academic fraud has been around for years, and it has grown both in number and in sophistication. In most countries in the world, this phenomenon is a problem that cannot be ignored. This study aims to determine the effect of the dimensions of the fraud pentagon on the academic cheating behavior of accounting students by using religiosity as a moderating variable. The population in this study was undergraduate students of Accounting, Faculty of Economics and Business, Jenderal Sudirman University, Batch of 2018, 2019, 2020, and 2021. The sample in this study was 107 accounting students, consisting of 54 students of batch 2018, 18 students of batch 2019, 20 students of batch 2020, and 15 students of batch 2021. The data collection technique in this study was a questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA). The results of this study indicate that: (1) Pressure has a positive effect on academic cheating behavior; (2) Opportunity has a positive effect on academic cheating behavior; (3) Rationalization has no effect on academic cheating behavior; (4) Competence has no effect on academic cheating behavior; (5) Arrogance has no effect on academic cheating behavior; (6) Religiosity cannot weaken the influence of pressure, opportunity, rationalization, competence, and arrogance in academic cheating behavior. The implication of this research is that students are expected to be aware that academic cheating is a behavior that is not commendable, and make the driving factor not as an excuse to act fraudulently but as a motivation to learn better so that academic cheating can be minimized. Meanwhile, for higher education institutions, especially Jenderal Sudirman University, it is hoped that they can reinforce regulations, sanctions, and be more careful in assessing the quality of student performance.
Kata kunciKecurangan Akademik, Fraud Pentagon, Tekanan, Peluang, Rasionalisasi, Kompetensi, Arogansi, Religiusitas
Pembimbing 1Dr. Poppy Dian Indira K, SE, M.Si, Ak, CA, CPA
Pembimbing 2Drs. Sugiarto, M.Si, Ak, CA
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2022-08-14 08:08:36.18687
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.