| NIM | B1A018005 |
| Namamhs | RESA APRILIANI |
| Judul Artikel | Karakter Anatomi dan Kandungan Flavonoid Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman herba yang tumbuh secara liar dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Tempuyung banyak mengandung senyawa kimia, seperti golongan flavonoid, kumarin, dan taraksasterol. Divergensi ketinggian di atas permukaan laut dapat menyebabkan perbedaan faktor lingkungan, terutama mengenai suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Berdasarkan perbedaan ketinggian, tanaman tersebut harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dari tekanan lingkungan abiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap karakter anatomi dan kandungan flavonoid tempuyung dan untuk menentukan ketinggian tempat tumbuh tempuyung yang paling optimal dalam menghasilkan flavonoid. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022, menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih (purposive random sampling). Pengambilan sampel dilakukan pada ketinggian yang berbeda yaitu Purwokerto Utara (0-400 mdpl), Baturraden (401-800 mdpl & 800-1200 mdpl). Ketinggian tempat sebagai variabel bebas dan karakter anatomi serta kandungan flavonoid tempuyung sebagai variabel terikat. Pengamatan anatomi dilakukan dengan sampel preparasi segar dan sampel permanen dengan metode embedding yang dimodifikasi. Uji kandungan flavonoid tempuyung dilakukan dengan metode spektrofotometri. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui karakteristik anatomi daun tempuyung, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf uji 0,05, dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey pada taraf uji 5%, uji korelasi, dan uji regresi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan ketinggian hanya berkorelasi dengan kerapatan stomata dan tebal mesofil. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap kerapatan stomata, tebal mesofil, dan kandungan flavonoid. Ketinggian tempat yang paling optimal untuk menghasilkan flavonoid daun tempuyung yaitu pada dataran tinggi (801-1200 mdpl). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tempuyung (Sonchus arvensis L.) is a herbaceous plant that grows wild and is used as a medicinal plant. Tempuyung contains many chemical compounds, such as flavonoids, coumarins, and taraksasterol. The divergence of altitude above sea level can cause differences in environmental factors, especially regarding temperature, humidity, and light intensity. Based on the difference in height, the plant must have the ability to survive the pressures of the abiotic environment. The purpose of this study was to determine the influence of altitude on the anatomical character and content of tempuyung flavonoids and to determine the height of the tempuyung growing site the most optimal in producing flavonoids. The study was conducted from January to March 2022. The method use survey with a randomly selected sampling technique (purposive random sampling). Data observed was carried out at different altitudes, namely North Purwokerto (0-400 masl), Baturraden (401-800 masl & 800-1200 masl). Altitude of place as independent variable and anatomical character and flavonoid content of tempuyung as dependent variable. Anatomical observations were carried out with fresh prepared samples and permanent samples using a modified embedding method. The test for the flavonoid content of tempuyung was carried out by using the spectrophotometric method. Qualitative data were analyzed descriptively to determine the anatomical characteristics of tempuyung leaves, while quantitative data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 0.05 test level, followed by Tukey's advanced test at 5% test level, correlation test, and regression test. using SPSS. The results showed that the difference in height only correlated with stomatal density and mesophyll thickness. The altitude of the place affects stomata density, mesophyll thickness, and flavonoid content. The most optimal altitude for producing tempuyung leaf flavonoids is in the highlands (801-1200 masl). |
| Kata kunci | flavonoid, karakter anatomi, ketinggian tempat, Sonchus arvensis L. |
| Pembimbing 1 | Dra. Siti Samiyarsih, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Elly Proklamasiningsih, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2022-08-13 09:51:50.512048 |
|---|