| NIM | B1B018028 |
| Namamhs | NABILA PUTRI EFFENDI |
| Judul Artikel | Sex Ratio Performance of Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Stimulated in 6-Day-Old Larvae with Various Temperature |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Black Soldier Fly (BSF) adalah serangga yang memakan berbagai jenis bahan organik yang membusuk dan meluas secara signifikan ke wilayah subtropis dan tropis di dunia. BSF memiliki lima tahap perkembangan: telur, larva (belatung), prepupa, pupa, dan imago. Siklus hidup BSF dapat berlangsung dari 40 hari hingga beberapa bulan, tergantung pada suhu dan kuantitas, serta kualitas ketersediaan makanan. Oleh karena itu, penelitian ini menentukan pengaruh berbagai suhu terhadap mortalitas dan rasio jenis kelamin larva BSF. Investigasi suhu yang berbeda dapat mengarah pada pengetahuan yang lebih baik tentang suhu terbaik yang dapat mengurangi kematian BSF dan menemukan suhu yang sempurna untuk mendapatkan jenis kelamin BSF yang diinginkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan suhu yang berbeda 27°C, 32°C, 37°C, dan suhu kamar (24°-31°C) dengan CRD non-faktorial, dianalisis dengan ANOVA pada tingkat kesalahan 1 dan 5%, diikuti oleh Duncan dan Linear Regression Analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa kematian larva BSF tertinggi adalah pada perlakuan suhu 37 °C hingga 10%, sedangkan suhu kamar (24 °-31 °C) memiliki efek kematian larva terendah, yaitu 5%. Rasio jenis kelamin optimal untuk budidaya adalah pada suhu kamar (24 °-31 ° C) yaitu 55% perempuan dan 45% laki-laki, perlakuan suhu 27 ° C memiliki jumlah perempuan tertinggi, sebanyak 70,83%, sedangkan jumlah laki-laki tertinggi ditemukan pada suhu 32 °C, yaitu 62,50%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Black Soldier Fly (BSF) is an insect that feeds on various types of decaying organic matter and extends significantly to the subtropical and tropical regions of the world. BSF has five stages of development: egg, larva (maggots), prepupa, pupa, and imago. The life cycle of BSF can last from 40 days up to several months, depending on temperature and quantity, as well as the quality of food availability. Therefore, this study determined the effects of various temperatures on mortality and sex ratio of BSF larvae. Investigation of different temperatures might lead to a better knowledge of the best temperature that could reduce the mortality of BSF and find the perfect temperature to get the desired gender of BSF. The research was conducted using different temperature 27°C, 32°C, 37°C, and room temperature (24°-31°C) with a non-factorial CRD, analyzed with ANOVA at error rates of 1 and 5%, followed by Duncan and Linear Regression Analysis. The result shows that the highest larval mortality of BSF was at temperature treatment 37°C up to 10%, while room temperature (24°-31°C) had the lowest larval mortality effect, which was 5%. The Optimum sex ratio for the cultivation was at room temperature (24°-31°C) which is 55% female and 45% male, temperature treatment 27°C had the highest number of females, as much as 70.83%, while the highest number of males was found at temperature 32°C, which was 62.50%. |
| Kata kunci | Black Soldier Fly, larval mortality, sex ratio, temperature |
| Pembimbing 1 | Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Trisno Haryanto, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2022-08-11 12:53:38.685011 |
|---|