Artikel Ilmiah : E1A018017 a.n. NADA ADISTI BURINDA

Kembali Update Delete

NIME1A018017
NamamhsNADA ADISTI BURINDA
Judul ArtikelCERAI GUGAT KARENA SUAMI HOMOSEKSUAL
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur Nomor 4807/Pdt.G/2021/ PA.JT)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merumuskan bahwa sebagai suami isteri memiliki tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Masa Esa. Sebagai suami isteri tidak semuanya dapat menjalankan hak dan kewajibannya dalam berumah tangga dengan baik dan beberapa diantaranya dapat menyebabkan terjadinya perceraian.
Peneliti mengangkat rumusan masalah megenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat karena suami homoseksual pada putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur Nomor : 4807/Pdt.G/2021/PA.JT. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan perskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dengan inventarisasi data dan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam memutus perkara ini dengan mendasarkan pada pengertian perkawinan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, tujuan perkawinan pada Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam, alasan perceraian pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Pendapat Ahli Fiqih yaitu Kitab Fiqhus Sunnah Juz II Halaman 248 dalam memutus talak satu ba’in sughra. Menurut peneliti, Majelis Hakim dapat menambahkan peraturan dalam memutuskan perkara tentang alasan perceraian yang merujuk pada Pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 116 huruf (e) Kompilasi Hukum Islam. Kemudian, dapat menambahkan peraturan mengenai kewajiban suami dalam berumah tangga seperti Pasal 33 dan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 77 ayat (2) dan 80 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam.
Abtrak (Bhs. Inggris)Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage defines that as husband and wife, the goal is to form a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. As husband and wife, not all of them can carry out their rights and obligations in the household properly and some of them can lead to divorce.
The researcher raised the formulation of the problem regarding how the judge's legal considerations were in granting a divorce due to a homosexual husband in the decision of the East Jakarta Religious Court Number: 4807/Pdt.G/2021/PA.JT. The research method used is normative juridical, research specifications use analytical perspectives, data sources used are secondary data sources, data collection methods are literature studies with data inventory and data analysis methods use qualitative normative.
Based on the results of the study, it was concluded that the Panel of Judges in deciding this case was based on the definition of marriage in Article 1 of Law Number 1 of 1974, the purpose of marriage in Article 3 of the Compilation of Islamic Law, the reasons for divorce in Article 19 letter (f) Government Regulation of the Republic of Indonesia No. . 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law (KHI) and the Opinion of Fiqh Experts, namely the Book of Fiqhus Sunnah Juz II Page 248 in deciding the divorce of one ba'in sughra. According to the researcher, the Panel of Judges can add regulations as in Article 19 letter (e) of Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Article 116 letter (e) of the Compilation of Islamic Law. Then, you can add regulations regarding the husband's obligations in the household such as Article 33 and Article 34 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 77 paragraph (2) and 80 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law.
Kata kunciCerai Gugat, Suami, Homoseksual.
Pembimbing 1Dr. Siti Muflichah, S.H.,M.H.
Pembimbing 2Haedah Faradz, S.H.,M.H.
Pembimbing 3Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H.,M.A.,Ph.D
Tahun2022
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2022-08-05 21:02:42.175428
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.