| NIM | B1A018099 |
| Namamhs | DIDI RAMADANI |
| Judul Artikel | MORFOLOGI, FISIOLOGI, DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) KULTIVAR GROBOGAN YANG DITANAM DI DAERAH PANTAI CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kebutuhan bahan makanan berupa protein nabati terus meningkat. Kedelai merupakan salah satu komoditas protein nabati yang pemanfaatannya sangat luas di Indonesia. Saat ini sebagian besar kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari hasil impor. Pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produksi dengan cara penanaman kedelai pada lahan marginal, khususnya lahan salin. Lahan tersebut dapat digunakan sebagai lahan tanam kedelai, akan tetapi kedelai merupakan tanaman yang peka terhadap toksisitas garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, fisiologi, dan produksi kedelai kultivar Grobogan tahan salinitas yang ditanam di Pantai Lengkong, Cilacap. Penelitian dilakukan pada dua lahan dengan salinitas 20 mM dan 30 mM yang berada di pantai Lengkong Cilacap dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 kali ulangan. Pengukuran faktor lingkungan (salinitas, pH, kelembapan tanah, suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya) dilakukan dengan 5 kali ulangan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret –Mei 2021. Variabel yang diamati adalah morfologi, fisiologi, dan produksi dengan parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, kadar klorofil a, klorofil b, total klorofil, karotenoid, dan jumlah polong. Data dianalisis menggunakan uji rerata (uji-t) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter diameter batang, klorofil a, klorofil b, karotenoid, dan jumlah polong tanaman kedelai pada salinitas 30 mM lebih rendah dibandingkan dengan salinitas 20 mM dan tidak ada perbedaan yang nyata pada parameter lainnya. Jumlah polong berkorelasi dengan kadar klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The need for vegetable protein continues to increase. Soybean is one of the vegetable protein commodities which is widely used in Indonesia. Currently, most of the domestic soybean needs are fulfilled from imports. Fulfillment of domestic soybean needs can be done by increasing soybean cultivation on marginal land, especially saline land. The land has the potential as a soybean planting area, but soybean is a plant that is sensitive to salt toxicity. The aim of this study was to determine the morpho-physiological characters and production of salinity-resistant Grobogan soybeans cultivar grown on Coastal Lengkong, Cilacap. The study was conducted on two areas of different salinity located on the Coastal Lengkong, Cilacap using the Completely Randomized Design (CRD) experimental method with 10 replications. Measurement of environmental factors (salinity, pH, moisture, temperature, humidity and light intensity) was carried out with 5 replications. The study have been conducted in March – May 2021. The observed variables were morphology, physiology, and production with the parameters measured were plant height, stem diameter, number of leaves, leaf length, leaf width, content of chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, carotenoids, and the number of pods. The data were analyzed using the mean test (t-test) with 95% confidence level. The results of this study showed that the parameters of stem diameter, chlorophyll a, chlorophyll b, carotenoids, and the number of soybean pods at 30 mM salinity were lower than 20 mM salinity and there were no significant differences in other parameters. The number of pods correlated with the levels of chlorophyll a, chlorophyll b, and carotenoids. |
| Kata kunci | fisiologi, kedelai, morfologi, produksi, salinitas |
| Pembimbing 1 | Dr. Juwarno, M.P |
| Pembimbing 2 | Drs. Rochmatino, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2022-07-26 10:06:04.426311 |
|---|